Kontrak berjangka Dow Jones turun tipis menjelang rilis data Indeks Harga Konsumen AS untuk Desember. Investor menjaga jarak karena kekhawatiran mengenai independensi The Fed. Pergerakan pasar tetap terbatas meskipun minat terhadap berita pendapatan bank besar tengah meningkat.
Di lanskap yang sama, kontrak berjangka untuk S&P 500 dan Nasdaq 100 juga melemah, meski tidak banyak berubah. Para pelaku pasar menimbang dampak data inflasi terhadap rencana kebijakan The Fed serta kemungkinan pemangkasan suku bunga tahun ini. Ketidakpastian kebijakan membuat volatilitas masih relatif rendah namun rentan berubah jika berita utama muncul.
Fokus utama minggu ini adalah pendapatan Q4 JPMorgan hingga rilis minggu ini, yang dinilai bisa mengarahkan sentimen investor terhadap bank-bank besar lain. Pada perdagangan sebelumnya, Wall Street ditutup lebih tinggi meskipun sesi berjalan berfluktuasi. Indikator pasar menunjukkan probabilitas tinggi bahwa suku bunga tetap tidak berubah pada pertemuan Januari, meskipun pasar mengamati sinyal berbeda dari data inflasi yang masuk.
Kedalaman kekhawatiran atas independensi The Fed menambah argumen bagi pasar untuk bersikap hati-hati. Laporan media mengenai penyelidikan terhadap Ketua Powell terkait komentar seputar renovasi gedung menambah kompleksitas kebijakan moneter. Sinyal kebijakan The Fed tetap menjadi fokus utama pelaku pasar ketika mereka menunggu konfirmasi dari data dan pernyataan pejabat bank sentral.
Rangkaian panduan pendapatan JPMorgan dan bank-bank besar lain menambah dasar untuk ekspektasi dua pemotongan suku bunga di tahun ini. Pasar menimbang efek pelonggaran terhadap aset berisiko sambil tetap berhati-hati atas ketidakpastian kebijakan. Indikator seperti CME FedWatch menunjukkan peluang besar bahwa suku bunga tidak berubah pada pertemuan 27-28 Januari.
Inflasi AS diperkirakan tetap di kisaran 2,7 persen secara tahunan pada Desember 2025, sementara inflasi inti diperkirakan naik menjadi 2,7 persen dari 2,6 persen. Perkiraan kenaikan 0,3 persen untuk inflasi bulanan diperkirakan didorong oleh lonjakan harga barang. Setiap kejutan inflasi positif dapat membatasi ruang bagi bank sentral untuk melakukan pelonggaran lebih lanjut.
Rilis data IHK Desember akan dijadikan sinyal utama arah pasar dalam beberapa sesi mendatang. Meskipun tingkat inflasi diperkirakan tetap terkendali, angka yang melampaui ekspektasi berpotensi memicu pergeseran kebijakan yang lebih dinamis. Pasar berencana menilai respons pendapatan perusahaan serta komentar pejabat The Fed untuk menilai jalur pemulihan likuiditas.
Analisis teknikal dan fundamental keduanya berjalan bersamaan saat investor menilai bagaimana data IHK mempengaruhi peluang perdagangan pada indeks utama. Bank-bank besar seperti JPMorgan akan menjadi saat-saat kunci untuk menilai bagaimana pendapatan dan pandangan manajemen mempengaruhi arus dana. Kinerja harga saham cenderung mengikuti arah kebijakan moneter dan ekspektasi tahun ini.
Secara umum, rekomendasi perdagangan harus menimbang risiko secara seksama. Jika data inflasi mendukung ekspektasi pelonggaran, peluang panjang pada indeks bisa meningkat, sementara jika inflasi meningkat, peluang pendek bisa lebih menarik. Rasio risiko/imbalan disarankan minimal 1:1,5 untuk keputusan trading yang berlandaskan analisis menyeluruh.