DXY Menguat di Tengah Sinyal Hawkish The Fed dan Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga yang Lambat

DXY Menguat di Tengah Sinyal Hawkish The Fed dan Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga yang Lambat

trading sekarang

Indeks Dolar AS (DXY) menguat di tengah sinyal hawkish The Fed dan ekspektasi pemangkasan suku bunga yang lebih lambat. Para analis menilai kebijakan yang lebih ketat masih dianggap perlu untuk menjaga inflasi tetap terkendali. Pada jam perdagangan sesi Asia, DXY bergerak mendekati 97,80, memberi indikasi momentum positif selama dua sesi berturut-turut. Data ini menjadi bias bagi investor yang memegang aset berbasis dolar.

Gubernur The Fed Lisa Cook menegaskan dirinya tidak akan mendukung pemangkasan lebih lanjut tanpa bukti jelas bahwa inflasi mereda. Pandangan ini menambah kekhawatiran terhadap proses disinflasi yang mungkin berjalan lebih lambat dibandingkan dengan perbaikan pasar tenaga kerja. Pernyataan tersebut menambah tantangan bagi para pedagang yang mencoba menilai arah kebijakan ke depan.

Di sisi lain, wacana pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed membahas preferensi neraca yang lebih kecil dan pendekatan yang kurang agresif terhadap pemangkasan. Meski demikian, dinamika politik turut mempengaruhi ekspektasi pasar, apalagi jika kandidat menghadapi tekanan dari pandangan pejabat lain dan kandidat pendukung. Perkembangan ini menjaga volatilitas mata uang utama tetap tinggi sepanjang minggu.

Pembaruan mengenai Warsh menyoroti potensi perubahan arah kebijakan jika ia terpilih. Neraca yang lebih kecil cenderung menekan likuiditas dan menjaga fokus pada kestabilan inflasi, sementara sikap terhadap pemangkasan bisa lebih berhati-hati. Analisis pasar menilai kombinasi tersebut berpotensi memperlambat siklus penurunan suku bunga.

Presiden AS Donald Trump sempat menyatakan bahwa ia tidak akan mencalonkan Warsh jika ia mendukung kenaikan suku bunga, menambah unsur ketidakpastian politik terhadap kebijakan Federal Reserve. Sementara itu, komentar bahwa bank sentral AS kemungkinan menurunkan suku bunga karena tingkatnya yang tinggi juga diperdebatkan, mencerminkan kondisi politik yang berubah-ubah. Pelaku pasar tetap memperhatikan sinyal terkait arah kebijakan fiskal dan stabilitas keuangan.

Di data ketenagakerjaan, laporan ADP Januari mencatat payrolls swasta naik hanya 22 ribu, jauh di bawah ekspektasi pasar. Pelaku pasar mempertimbangkan angka-angka penundaan data resmi pemerintah sebagai konteks tambahan. Sementara itu, Indeks ISM Jasa tetap berada di level 53,8, di atas proyeksi 53,5, menandakan meski ada kelembatan, sektor jasa masih ekspansif. Dalam konteks ini, para analis menilai risiko kebijakan yang lebih berhati-hati tetap relevan.

Data ADP yang lemah menimbulkan interpretasi bahwa lapangan kerja belum pulih sepenuhnya dalam beberapa sektor. Namun PMI Jasa ISM yang berada di zona ekspansi tetap menjadi tanda bahwa aktivitas ekonomi tidak turun drastis. Kombinasi kedua indikator ini menciptakan gambaran pasar kerja yang campur aduk, namun ada tekanan pada pernyataan kebijakan.

Para pelaku pasar menilai bahwa keberlanjutan kenaikan dolar bergantung pada bagaimana inflasi mereda dan bagaimana The Fed menyeimbangkan antara kualitas data dan risiko finansial. Ketidakpastian kebijakan membuat volatilitas tinggi di pasar valas, obligasi, dan saham. Secara umum, arah dolar bisa tetap menguat jika tekanan inflasi tidak mereda secara jelas dalam beberapa laporan mendatang.

Bagi pembaca Cetro Trading Insight, strategi praktis adalah fokus pada manajemen risiko karena sinyal trading yang spesifik belum dapat disimpulkan dari satu rangkaian data. Kami akan terus memantau pernyataan pejabat The Fed dan data ekonomi terbaru untuk memberikan pembaruan analisis yang jelas. Tetap waspada terhadap perubahan kebijakan dan konteks pasar untuk membuat keputusan investasi yang terukur.

broker terbaik indonesia