
Dolar AS menguat untuk hari ketiga berturut-turut, dengan DXY diperdagangkan mendekati 99,5. Momentum ini muncul di tengah ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca kami.
Ketegangan di wilayah Timur Tengah dan dinamika antara AS dengan mitra memberi tekanan pada harga minyak dan ekspektasi inflasi. Pasar merespons dengan merevisi jalur kebijakan Federal Reserve untuk tahun ini. Perubahan ini menambah keyakinan bahwa sikap kebijakan yang lebih ketat bisa diperlukan untuk menjaga stabilitas harga.
Selain itu, aktivitas ekonomi AS yang kuat memberikan dukungan bagi dolar. Perwakilan Fed New York menyampaikan bahwa inflasi telah naik cukup signifikan meski pasar tenaga kerja tetap sehat. Pasar tetap fokus pada perkembangan harga energi dan arah inflasi ke depan.
ADP melaporkan tambahan 122 ribu pekerjaan sektor swasta pada Mei, melampaui ekspektasi pasar. Data tersebut memperkuat narasi bahwa pasar tenaga kerja tetap kuat dan mendukung daya beli konsumen. Hal ini juga menambah dukungan bagi ekspektasi bahwa inflasi bisa bertahan lebih lama, sehingga dolar tetap menarik.
ISM Services PMI berada di 54,5, menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan pada layanan. Angka ini menguatkan pandangan bahwa sektor jasa menjadi pendorong utama ekonomi AS. Respons terhadap permintaan tetap solid meski biaya input meningkat.
Indeks ISM Prices Paid naik menjadi 71,3, tertinggi sejak Agustus 2022. Angka ini menambah kekhawatiran bahwa tekanan harga bisa lebih persisten daripada yang diperkirakan. Investor menilai bahwa risiko inflasi tetap tinggi meski beberapa komponen harga mulai melunak.
Pada grafik harian, DXY diperdagangkan sekitar 99,52. Bias jangka pendek terlihat sedikit bullish karena harga berada di atas rata-rata bergerak 55, 100, dan 200 hari yang berdekatan di bawah level 99,00. RSI berada di sekitar 60, menunjukkan momentum kenaikan yang berkembang. ADX berada di sekitar 18 menandakan bahwa tren masih relatif lemah dan rentan terhadap perubahan.
Di sisi atas, resistensi pertama berada di sekitar 100,39 diikuti 100,64 sebagai penghalang terdekat. Ada rintangan lebih kuat di dekat 101,98 jika momentum bertambah kuat. Di sisi bawah, dukungan terdekat terlihat di 99,50 lalu 98,95 dan rentang moving average antara 98,56 hingga 98,60. Analisis ini menunjukkan bahwa peluang breakout bisa muncul jika harga menembus level-level tersebut.
Rencana perdagangan berbasis sinyal ini menyarankan posisi beli jika harga membuka di sekitar 99,52. Stop loss ditempatkan di sekitar 98,60 untuk memberi ruang jika harga turun menembus dukungan moderat. Target keuntungan dipatok di sekitar 101,04 untuk mencapai rasio risiko-imbalan minimal lebih dari 1:1,5. Poin-poin ini didasarkan pada dinamika teknikal yang mengindikasikan bias bullish jangka pendek selama harga tetap berada di atas MA utama.