DXY Stabil di 99,00 Hadapi Risiko Geopolitik dan Rilis CPI AS

DXY Stabil di 99,00 Hadapi Risiko Geopolitik dan Rilis CPI AS

trading sekarang

Indeks dolar AS (DXY) relatif stabil di sekitar level 99,00, menahan koreksi selama tiga hari terakhir. Permintaan safe-haven tetap terlihat sebagai respons terhadap ketidakpastian risiko global. Pergerakan ini mencerminkan kehati-hatian pasar saat investor menimbang dinamika geopolitik dengan fokus pada perlindungan modal.

Di tengah dinamika pasar, DXY bergerak mendatar pada sesi Asia, sambil para pelaku pasar menilai potensi eskalasi konflik dan dampaknya terhadap likuiditas. Secara teknikal, pola terlihat berada dalam fase konsolidasi, sehingga arah jangka pendek masih bergantung pada berita baru dan reaksi terhadap berita ekonomi utama yang datang berikutnya.

Menurut Cetro Trading Insight, fokus utama pasar saat ini adalah data inflasi AS yang akan dirilis. Angka CPI diperkirakan menjadi pendorong utama bagi pandangan kebijakan Fed, karena tekanan harga dapat menambah tekanan terhadap prospek kebijakan moneter. Investor juga menimbang pernyataan pejabat Fed sebagai indikator sentimen pasar.

Situasi geopolitik terkait Iran menambah ketegangan di pasar global. Iran mengklaim bahwa AS melanggar tiga klausul utama dari proposal 10-poinnya, menilai pembicaraan untuk kesepakatan permanen sebagai tidak masuk akal jika pelanggaran berlanjut. Dinamika ini meningkatkan risiko bagi investor yang cenderung mencari perlindungan di dolar saat ketidakpastian meningkat.

Media Iran melaporkan adanya hentinya arus tanker melalui Selat Hormuz setelah serangan Israel di Lebanon, yang menambah risiko pasokan dan memperkuat premi risiko di pasar energi. Ketidakpastian di wilayah Timur Tengah berpotensi menambah volatilitas bagi aset berisiko dan mendorong permintaan dolar sebagai lindung nilai.

Walau ada upaya pembukaan jalur diplomatik, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa negosiasi menghadapi kendala signifikan. Sentimen pasar tetap risk-off dalam jangka pendek karena gejolak geopolitik bisa membatasi likuiditas dan menambah volatilitas bagi dolar serta aset terkait.

Minutes pertemuan Fed bulan Maret menunjukkan nada wait-and-see, dengan sebagian besar pembuat kebijakan cenderung memilih untuk tidak menaikkan atau menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. Kebijakan moneter dipandang berada di kisaran netral, menambah asumsi bahwa perubahan kebijakan tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Pasar menantikan rilis CPI AS untuk bulan Maret, yang diperkirakan meningkat menjadi sekitar 3,3% YoY akibat lonjakan harga minyak dan faktor-faktor lain yang mendukung tekanan inflasi. Hasil data ini akan menjadi kunci bagi ekspektasi jalur kebijakan Fed dan dampaknya terhadap nilai dolar di pasar global.

Secara teknikal, pergerakan DXY kemungkinan sensitif terhadap reaksi terhadap CPI, dengan fokus pada level support dan resistance utama. Meskipun arah jangka pendek bergantung pada perkembangan geopolitik, dolar tetap menjadi aset safe-haven bagi investor yang ingin mengurangi eksposur terhadap risiko pasar secara umum. Oleh karena itu, tidak ada sinyal perdagangan tegas pada saat ini, sesuai analisis dari Cetro Trading Insight.

broker terbaik indonesia