Dolar AS belum menunjukkan arah yang jelas secara luas. Indeks DXY terpantau berada dalam kisaran sempit sekitar 97.50 hingga 98.00, dengan tekanan terbatas pada angka 98.00. Pelaku pasar menunggu konfirmasi data ekonomi dan kebijakan yang lebih jelas sebelum mengambil posisi besar.
Kebijakan moneter AS tetap menjadi fokus, dengan data ADP, kepercayaan konsumen, serta komentar beberapa pejabat bank sentral menjadi faktor yang membentuk sentimen. Perkembangan seperti revisi pada data kerja Januari menjadi risiko utama karena bisa mengubah gambaran tenaga kerja dan inflasi. Kondisi ini membuat pergerakan dolar cenderung terjebak dalam batas yang sudah disebut.
Bagi trader, pendekatan defensif lebih relevan selama kisaran ini. Breakout di atas 98.00 atau di bawah 97.50 akan menjadi sinyal penting, namun peluangnya tidak kuat tanpa konfirmasi data. Secara umum, pasar akan berhati-hati sambil menilai dampak rilis data dan pidato pejabat FOMC.
Rilis ADP minggu ini berpotensi memicu volatilitas jangka pendek pada DXY. Jika ADP lemah, dolar bisa melemah secara ringan dan memberi ruang bagi risiko risk-on. Namun jika ADP kuat, dolar bisa stabil atau menguat secara terbatas sambil menunggu data NFP dan komentar pejabat bank sentral.
Menurut Cetro Trading Insight, fokus berada pada bagaimana revisi data NFP untuk Januari mempengaruhi ekspektasi terhadap tenaga kerja. Beberapa pejabat Fed yang hawkish menambah tekanan pada dolar jika data tenaga kerja tetap kuat. Namun suara yang berimbang di antara pejabat lain menjaga kemungkinan langkah kebijakan tetap hati-hati.
Komentar pejabat Fed seperti Goolsbee dan Bostic dipandang menambah nuansa hawkish pada kebijakan suku bunga. Pasar menimbang dampak pernyataan tersebut terhadap jalur pengetatan kebijakan yang mungkin berlangsung lebih lama. Hasil akhirnya, volatilitas mungkin meningkat jika data ekonomi tak sejalan dengan narasi kebijakan.
Tanda-tanda ekonomi konsumen menunjukkan dinamika yang tidak seragam. Survei kepercayaan konsumen masih pesimis, tetapi belanja aktual tetap menunjukkan kekuatan di beberapa segmen. Perbedaan ini menambah lapisan kompleksitas bagi arah dolar dalam beberapa minggu ke depan.
Dolar bisa tetap tertekan jika keyakinan rumah tangga turun lebih lanjut meski belanja menunjukkan daya tahan. Investor juga memperhatikan aliran data yang menilai kesehatan rumah tangga secara lebih menyeluruh. Pada akhirnya, pergerakan dolar bergantung pada momentum data rilis berikutnya.
Secara umum, February consumer confidence diperkirakan tidak akan mengubah arah dolar secara signifikan tanpa konfirmasi data lain. Trader disarankan menghindari ekspektasi besar dan memusatkan perhatian pada volatilitas jangka pendek yang bisa timbul. Langkah-langkah manajemen risiko menjadi prioritas utama.
Kondisi pasar DXY cenderung sideways dalam kisaran 97.50–98.00, sehingga peluang breakout menjadi kunci bagi trader berpengalaman. Breakout di atas 98.00 atau di bawah 97.50 bisa mengarah pada gerak yang lebih jelas, asalkan didukung data dan narasi kebijakan.
Analisis fundamental menekankan bahwa data ADP, NFP, dan pernyataan pejabat Fed akan menjadi pendorong utama arah dolar dalam beberapa sesi ke depan. Investor sebaiknya tetap waspada terhadap perubahan narasi kebijakan yang bisa mengubah ekspektasi pasar.
Rekomendasi praktiknya adalah mengelola risiko secara disiplin, membatasi eksposur ketika harga berada dalam kisaran sempit, dan menunggu konfirmasi sinyal jika pasar menunjukkan breakout. Dengan begitu, peluang keuntungan dapat sejalan dengan risiko yang terkelola.