Indeks Dolar AS (DXY) melemah mendekati 99,10, menunjukkan perubahan sentimen di pasar mata uang utama. Ketegangan antara AS dan UE terkait rencana akuisisi Greenland menjadi faktor utama yang menambah ketidakpastian global. Pasar menilai bahwa dominasi dolar bisa tergerak jika kondisi geopolitik menguntungkan mata uang lain.
Ursula von der Leyen membunyikan peringatan tentang dampak potensial terhadap integritas wilayah dan persatuan transatlantik. Menurut pernyataannya, langkah tersebut bisa memicu spiral penurunan yang berbahaya bagi hubungan kedua blok ekonomi. Perkiraan risiko ini membuat para pelaku pasar mencari alternatif jalur perdagangan yang lebih stabil.
Di saat yang sama, sinyal kebijakan AS yang berpotensi mengarah ke tarif baru menambah tekanan pada dolar. Ancaman tarif 10% terhadap beberapa negara UE telah meningkatkan volatilitas di pasar keuangan. Kondisi ini memperkuat persepsi bahwa dolar bisa melemah lebih lanjut jika risiko geopolitik meningkat.
Dalam pidato hari Jumat, Michelle Bowman dari The Fed menekankan kesiapan bank sentral untuk membawa suku bunga kembali ke level netral. Ia menilai bahwa pasar tenaga kerja tetap rapuh, sehingga ruang untuk pelonggaran kebijakan tetap relevan. Komentar ini menambah narasi dovish yang mendukung konsensus pelonggaran lebih lanjut.
Selain data pekerjaan yang lemah, nada kebijakan yang lebih lunak menahan penguatan dolar. Para analis menilai bahwa sinyal dovish dari otoritas moneter memperkuat kasus untuk pemangkasan suku bunga di periode mendatang. Dampak ini memperbesar potensi aliran modal menuju aset berisiko yang lebih menarik bagi pelaku pasar.
Meski prospek pemangkasan menenangkan sebagian pelaku pasar, volatilitas tetap tinggi karena dinamika geopolitik dan perubahan ekspektasi kebijakan bisa terjadi sewaktu-waktu. Pasar valuta asing mulai menimbang skenario di mana kombinasi pelemahan dolar dan dukungan untuk mata uang lain bisa berlanjut. Investor mungkin akan fokus pada pasangan utama yang sensitif terhadap dolar, termasuk EURUSD, untuk sinyal lebih lanjut.
Kondisi ini mendorong pelaku pasar untuk menilai ulang peta risiko mata uang. Selain itu, pergerakan DXY yang melemah memberi ruang bagi mata uang utama seperti EURUSD untuk menguat. Investasi dan hedging menjadi pertimbangan utama di tengah rencana kebijakan AS dan ketegangan geopolitik yang berlanjut.
Untuk trader forex, pergerakan DXY menjadi indikator dominan dalam keputusan perdagangan. Pergerakan dolar yang melemah cenderung memperkaya pasangan berbasis USD seperti EURUSD atau USDJPY. Pelaku pasar juga memantau keterangan pejabat bank sentral lainnya untuk mengantisipasi perubahan arah pasar.
Ketidakpastian geopolitik dan tekanan kebijakan memberi sinyal bahwa volatilitas akan tetap tinggi di beberapa bulan mendatang. Investor disarankan untuk memantau rilis data tenaga kerja AS dan komentar pejabat bank sentral yang bisa merubah arah pasar secara tiba-tiba. Karena informasi masih berubah cepat, penempatan stop loss yang ketat dan ukuran posisi yang proporsional disarankan bagi pelaku pasar.