DXY Turun, Gejolak Geopolitik dan Pergantian Kepemimpinan Fed Mengubah Arah Pasar Valuta Asing

trading sekarang

Indeks Dolar AS (DXY) melemah menuju wilayah 99.10 pada sesi perdagangan Senin. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk memberikan gambaran jelas tentang dinamika pasar. Pelaku pasar menimbang berita geopolitik terbaru serta transisi kepemimpinan di Federal Reserve.

Seorang pejabat Gedung Putih mengabarkan bahwa Kevin Warsh akan diangkat sebagai Ketua Fed berikutnya pada Jumat, menggantikan Jerome Powell. Pengesahan Senat membuka jalan bagi masa jabatan empat tahun bagi kepemimpinan barunya. Para investor tetap berhati-hati, menimbang bagaimana arah kebijakan moneter bisa berubah di bawah kepemimpinan baru.

Berita geopolitik yang beragam membentuk dinamika risiko di pasar. Banyak faktor risiko membantu menjaga volatilitas namun juga meningkatkan appetite terhadap aset berisiko secara terbatas. Axios melaporkan bahwa proposal Iran dinilai belum cukup untuk kesepakatan, menurut seorang pejabat AS. Sementara itu, AS menunda serangan militer atas permintaan para pemimpin teluk.

EUR/USD rebound menuju wilayah 1.1640 didorong oleh pelemahan dolar AS dan harapan bahwa dinamika geopolitik bisa meredakan ketidakpastian. Kurs pasangan ini juga mendapat dukungan dari ekspektasi pasar terhadap sikap hawkish Fed yang tetap menjaga prospek pengetatan kebijakan. Secara umum, pergeseran sentimen membantu permintaan terhadap mata uang yang mengambil risiko dan aset berisiko lebih tinggi.

GBP/USD bergerak mendekati wilayah 1.3420 karena permintaan terhadap aset berisiko sedikit membaik dan pandangan terkait prospek fiskal Inggris sedikit mereda. Meski demikian, kekhawatiran terkait kondisi fiskal dan ketidakpastian politik masih membayangi langkah sterling. Pasar tetap menimbang dinamika kebijakan Bank of England dan dampaknya terhadap likuiditas pasar.

USD/JPY naik menuju zona 158.90 karena yen melemah lebih lanjut menjelang rilis data GDP Q1 Jepang. Pasar mencermati sinyal dari Bank of Japan terkait normalisasi kebijakan jangka panjang, terutama karena imbal hasil obligasi Jepang tetap tinggi. Ketegangan antara sikap kebijakan domestik dan tekanan harga global mendorong perubahan volatilitas pasangan ini.

Ruang Komoditas: Minyak dan Logam Mulia

WTI diperdagangkan datar di sekitar 102.30 dolar per barel, terjebak di antara berita yang saling bertentangan mengenai negosiasi AS-Iran. Pasar menimbang kemungkinan pelonggaran sementara sanksi minyak Iran terhadap dinamika pasokan global. Ketidakseimbangan antara optimisme diplomatik dan kekhawatiran geopolitik menjaga volatilitas tetap tinggi.

Logam mulia diperdagangkan netral di sekitar wilayah 4.559 dolar per ounce, terdampak pelemahan dolar yang mendukung permintaan. Investor tetap melihat logam kuning sebagai tempat berlindung saat risiko geopolitik sedang meningkat. Kendati demikian, pergerakannya tertahan oleh data ekonomi yang beragam serta perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter utama.

Selanjutnya, investor menantikan rangkaian data ekonomi penting yang dirilis dalam beberapa hari ke depan. Jadwal tersebut mencakup ukuran kepercayaan konsumen, perubahan upah, serta indikator inflasi di beberapa negara besar. Hasilnya diperkirakan akan mempengaruhi opini pasar terkait arah kebijakan moneter dan likuiditas pasar global.

banner footer