Beberapa anggota Dewan Gubernur saat ini menilai bahwa risiko inflasi condong ke sisi bawah. Meski demikian, mereka menekankan bahwa ketidakpastian tetap tinggi dan bahwa jalur kebijakan harus tetap lincah untuk merespons perubahan kondisi. Pernyataan tersebut menggambarkan keseimbangan antara kehati-hatian dan kesiapan untuk bertindak jika tekanan inflasi kembali menguat.
Poin penting Desember menunjukkan proyeksi staf memperkuat kepercayaan pada prospek jangka menengah. Kegiatan ekonomi Zona Euro terbukti lebih tangguh daripada estimasi sebelumnya, mengindikasikan fondasi yang cukup kuat bagi pemulihan. Secara umum, prospek inflasi tetap berada pada jalur yang diharapkan meskipun ada risiko eksternal.
Beberapa anggota menekankan bahwa data masuk dan proyeksi staf sesuai dengan penilaian mereka sebelumnya. Lingkungan kebijakan tetap lebih tidak pasti, dengan kebijakan yang perlu menjaga opsi penuh untuk merespons situasi. Daya tahan inflasi diperkirakan melambat secara bertahap selama dua tahun ke depan, sehingga Dewan Gubernur menekankan pentingnya menjaga opsi kebijakan penuh dan kesiapan untuk bertindak jika diperlukan.
Para anggota menekankan bahwa meskipun tekanan inflasi mereda, inflasi jasa dan pertumbuhan upah tetap menjadi fokus utama. Mereka menilai bahwa perubahan ini bisa mempengaruhi dinamika kebijakan jika jalur inflasi tidak bergerak sesuai harapan. Akibatnya, ketidakpastian terkait seberapa cepat inflasi akan turun tetap ada di meja perdebatan.
Beberapa anggota berpendapat bahwa mempertahankan suku bunga pada tingkat saat ini merupakan jalur yang cukup solid jika tekanan inflasi jasa didorong oleh faktor struktural. Mereka menekankan bahwa kebijakan moneter perlu sejalan dengan gambaran inflasi inti yang menurun perlahan. Pada saat yang sama, risiko eksternal dan volatilitas pasar keuangan tetap menjadi konteks penting dalam setiap keputusan.
Kekhawatiran terkait stabilitas keuangan dan ketidakpastian eksternal menambah alasan bagi Dewan untuk tetap siap beroperasi dua arah. Banyak anggota menilai bahwa distribusi risiko inflasi telah bergeser, dengan beberapa menyatakan risiko ke atas lebih menonjol daripada sebelumnya. Oleh karena itu, menjaga fleksibilitas penuh menjadi bagian dari rencana untuk menyikapi situasi yang terus berubah.
Dalam konteks pasar, para pelaku melihat peluang bahwa euro bisa menguat terhadap dolar AS jika kebijakan moneter di Amerika cenderung lebih longgar. Komentar-komentar ECB tetap menyoroti pergeseran risiko yang tidak pasti, namun dampaknya terhadap mata uang utama relatif mendasar. Pasar menyiapkan diri untuk dinamika yang bisa memicu pergerakan volatilitas dalam beberapa minggu ke depan.
Beberapa anggota menilai bahwa ekspansi yang didorong ekspor tidak cukup untuk menghadapi tantangan eksternal Zona Euro. Karena itu, fokus pada permintaan domestik dan reformasi struktural menjadi lebih penting untuk menstabilkan pertumbuhan. Dalam konteks ini, pergerakan kebijakan moneter dan fiskal akan dikaitkan erat dengan dinamika inflasi dan daya saing.
Kebijakan fiskal yang lebih longgar di seluruh Zona Euro juga menjadi faktor penentu bagi arah pasar. Investor disarankan untuk memantau tingkat inflasi jasa dan laju kenaikan upah, karena keduanya bisa mempengaruhi pandangan terhadap kebijakan berikutnya. Ketidakpastian seputar sektor keuangan dan permintaan global berpotensi memicu pergeseran arah dalam beberapa kuartal mendatang.