Para analis Rabobank memprakirakan bahwa ECB akan membiarkan suku bunga deposito di level 2,00% hingga tahun 2026. Proyeksi ini mencerminkan penilaian bahwa kondisi inflasi dan pertumbuhan di zona euro masih membutuhkan kestabilan kebijakan. Selain itu, dinamika pasar cenderung menahan momentum perubahan kebijakan pada periode tersebut.
Dalam skenario tersebut, beban pembuktian untuk setiap pemotongan maupun kenaikan sangat tinggi. Hal ini menandakan bahwa perubahan kebijakan akan menunggu sinyal ekonomi yang sangat jelas daripada respons pasar jangka pendek. Para analis menekankan bahwa komitmen kebijakan ECB tetap fokus pada stabilitas harga dan kredibilitas jangka panjang.
Lebih lanjut, proyeksi menunjukkan adanya dua kenaikan suku bunga yang direncanakan pada Maret 2027 dan Juni 2027. Ini menandai arah kebijakan yang terencana meski tidak dekat secara kalender, sehingga pelaku pasar bisa menilai jalur kebijakan dari waktu ke waktu. Implikasi dari proyeksi tersebut adalah sinyal kehati-hatian yang kuat bagi investor dan pedagang obligasi maupun valuta asing.
Euro dipandang memiliki hak untuk menguat lebih lanjut meski ada kemungkinan intervensi verbal dari bank sentral maupun otoritas kebijakan. Analis menyebut bahwa pergerakan nilai tukar bisa menyesuaikan diri ke level yang lebih tinggi sebelum adanya langkah kebijakan berikutnya. Intervensi verbal sering digunakan untuk menyalurkan ekspektasi pasar tanpa mengubah kebijakan secara langsung.
Walaupun ada manuver itu, pandangan pasar adalah euro dapat menguat lebih jauh tanpa segera memerlukan pemotongan kebijakan. Ketika faktor-faktor fundamental tetap didorong oleh prospek pertumbuhan dan kontrol inflasi, euro berpotensi menembus level sentiment yang lebih kuat. Pergerakan ini akan menjadi sinyal penting bagi investor untuk menilai risiko-risiko lintas aset.
Di sisi lain, dinamika global, termasuk perbandingan kebijakan bank sentral lainnya, akan mempengaruhi laju kenaikan euro dalam beberapa kuartal ke depan. Investor perlu menimbang volatilitas jangka pendek terhadap stabilitas jangka panjang kebijakan moneter di zona euro. Dalam konteks ini, komentar publik sering kali menjadi indikator arah pasar.
Bagi pasar valuta asing, fokus utama adalah respons terhadap kebijakan ECB dan bagaimana hal itu mengubah yield serta aliran modal. Pergerakan EUR terhadap USD akan menjadi barometer utama sentimen risiko global. Trader perlu menilai apakah ekspektasi kenaikan bunga di masa mendatang benar-benar tercapai sesuai rencana.
Analisis ini menekankan bahwa tidak ada sinyal numerik spesifik untuk entry atau exit karena informasi utama bersifat kebijakan dan ekspektasi pasar. Namun, gambaran umum menunjukkan potensi tren penguatan EUR jika konsensus pasar tetap optimis terhadap jalur kenaikan suku bunga. Hal ini menuntut pendekatan manajemen risiko yang cermat di setiap posisi.
Secara keseluruhan, kebijakan ECB dan pandangan terhadap euro mengindikasikan lingkungan perdagangan yang cermat namun menarik bagi pelaku pasar. Investor disarankan memantau rilis data zona euro dan pernyataan resmi ECB untuk memahami peluang dan risiko lebih lanjut. Kesiapsiagaan terhadap volatilitas tetap relevan dalam konteks fit-and-stand policy ini.