Data pekerjaan Amerika Serikat menunjukkan momentum yang kokoh meski klaim pengangguran awal meningkat melewati ekspektasi. Fed menilai pasar tenaga kerja cukup kuat untuk mempertahankan sikap kebijakan yang tidak terlalu agresif. Laporan Nonfarm Payrolls menunjukkan penambahan pekerjaan yang signifikan, mendukung pandangan bahwa ekonomi tetap berjalan dengan stabil meskipun risiko pelambatannya tetap ada.
Kenaikan dolar AS tetap terlihat meski imbal hasil obligasi AS turun, sehingga tekanan terhadap logam mulia tidak terlalu positif. Perubahan kecil pada imbal hasil membuat prospek untuk pemangkasan suku bunga di beberapa pertemuan mendatang masih dibayangkan, meski rilis data terbaru tidak memberi sinyal terobosan. Pasar modal juga merespon dengan volatilitas yang lebih rendah, menandakan probabilitas perubahan kebijakan masih tergantung pada data mendatang.
Dengan sebagian besar data ekonomi yang masih menunjukkan dinamika positif, para analis menilai langkah Federal Reserve akan lebih berhati-hati. Pasar memperkirakan kemungkinan pertemuan berikutnya akan mempertimbangkan pelonggaran atau penundaan penurunan suku bunga jika kinerja ekonomi tetap kuat. Kondisi ini memberi gambaran bahwa pergerakan harga logam kuning bisa terikat pada angka data pekerjaan dan inflasi yang akan datang.
Harapan deeskalasi terkait pembicaraan Rusia dan Iran menekan permintaan aset perlindungan, terutama logam mulia. Para pelaku pasar membagikan pandangan bahwa meredanya risiko geopolitik dapat menekan daya tarik logam emas sebagai lindung nilai. Ketegangan berkurang membuat investor lebih percaya diri pada risiko keuangan yang lebih luas, sehingga aset berisiko kembali menarik arus modal.
Selain itu laporan media mengenai niat Rusia untuk kembali menggunakan penyelesaian dolar AS turut menambah dinamika pasar. Kembalinya settlement dolar berpotensi mengubah aliran perdagangan internasional dan memberi dukungan pada dolar, yang pada gilirannya membatasi reli emas. Sinyal-sinyal serupa dari pasar obligasi juga mendorong penurunan permintaan tarp logam mulia.
Di saat yang sama jika pembicaraan antara Amerika Serikat dengan Iran berlanjut menuju kesepakatan, serta potensi perjanjian damai antara Rusia dan Ukraina muncul, harga emas bisa merespons negatif lebih lanjut. Kondisi geopolitik yang mereda menambah tekanan pada emas karena ekspektasi inflasi bisa menurun. Namun dinamika ini sangat bergantung pada perkembangan politik global yang sedang berlangsung.
Pergerakan harga saat ini berada dekat level kunci 4900 dengan peluang untuk melajur menuju 4800 jika penutupan harian berada di bawahnya. RSI menunjukkan momentum pembelian yang mulai melemah, memperkuat potensi koreksi jika harga gagal menahan support tersebut. Data teknikal ini menambah ruang bagi harga untuk menembus area bawah jika sentimen menekan pasar lebih lanjut.
Di sisi lain, jika pembeli berhasil merebut kembali level 5000, area pergerakan terlihat terkunci pada rentang 5000 hingga 5100 untuk sisa pekan ini. Level moving average 20 hari sekitar 4940-an memberi gambaran bahwa koreksi bisa terbatas, tetapi tetap menghadirkan peluang breakout di sisi atas jika minat beli kembali kuat. Analisis ini memberikan gambaran risiko dan potensi imbal balik yang proporsional dengan tingkat likuiditas yang ada.
Secara keseluruhan, volatilitas emas dapat menurun jika data ekonomi AS terus menunjukkan kekuatan dan kebijakan moneter menahan perubahan. Investor dianjurkan memantau rilis CPI bulan ini yang akan mempengaruhi ekspektasi suku bunga serta arah dolar. Walau potensi pullback terlihat, skenario bullish tetap mungkin jika harga berhasil bertahan di atas level kritis dan aliran uang menunjukkan minat beli yang berkelanjutan. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.