Emas dan Perak Menguat: De-Dollarisation, Permintaan Obligasi AS, dan Implikasinya bagi Pasar Komoditas

Emas dan Perak Menguat: De-Dollarisation, Permintaan Obligasi AS, dan Implikasinya bagi Pasar Komoditas

trading sekarang

Para analis Rabobank menilai dinamika pasar emas dan perak menunjukkan perubahan besar. Emas dilaporkan melintasi level yang sangat tinggi, dengan catatan harga di atas $5.000 per ons. Sementara itu, perak mengikuti tren yang sama dan diperdagangkan di atas $100 per ons. Kondisi ini menandai pergeseran permintaan dari aset keuangan ke aset fisik sebagai pelindung nilai utama di tengah volatilitas global.

Narasi yang berkembang menyoroti pergeseran preferensi investor menuju aset material, sekaligus mengangkat tema de-dollarisation dan 'jual Amerika'. Meski begitu, dinamika ini belum menggeser posisi logam mulia sebagai alternatif penyimpan nilai bagi banyak investor yang ingin mengurangi eksposur terhadap risiko mata uang.

Di sisi neraca, permintaan lelang obligasi pemerintah AS tetap kuat, menunjukkan kebiasaan investor menahan kepercayaan pada pendapatan tetap. Data SWIFT juga menunjukkan penggunaan dolar AS dalam pembayaran internasional meningkat, sebagian mengurangi peran euro. Gabungan faktor ini menggambarkan lanskap global yang kompleks bagi aset-denominasikan dolar.

Harga emas menunjukkan momentum yang kuat dan berada pada level ekstrem, menandai minat investor terhadap logam kuning sebagai lindung nilai dan penyimpan kekayaan jangka panjang. Perak juga menunjukkan dinamika serupa di pasar global, meskipun fluktuasinya tetap tinggi. Kabar dari pasar menggarisbawahi daya tahan permintaan terhadap aset fisik meskipun konteks makro beragam.

Di sisi aset berpendapatan tetap, permintaan terhadap lelang obligasi pemerintah AS tetap solid. Investor melihat keuntungan pendapatan dan likuiditas yang ditawarkan oleh obligasi AS sebagai pilar stabilitas di tengah ketidakpastian. Narasi de-dollarisation tidak menghapus peran dolar di ekosistem pembayaran internasional, sehingga pasar tetap menjaga diversifikasi mata uang.

Secara global, data pembayaran internasional menunjukkan peningkatan penggunaan dolar, yang secara relatif menggoyahkan peran euro. Kondisi ini menciptakan tekanan bagi mata uang lain dan menegaskan posisi dolar dalam transaksi lintas batas. Investor sebaiknya memantau bagaimana perubahan struktur permintaan valuta asing dapat mempengaruhi harga komoditas utama seperti emas dan perak.

Analisis ini menyoroti bahwa cerita fundamental memegang banyak kunci untuk arah harga emas dan perak, meskipun aspek teknikal juga perlu dilihat secara hati-hati. Logam mulia tetap menjadi pilihan signifikan untuk diversifikasi dan lindung nilai terhadap inflasi. Namun volatilitas harga keduanya tetap tinggi, terutama saat sentimen investor berubah.

Artikel tidak menyediakan sinyal teknikal eksplisit untuk instrumen tertentu, sehingga investor disarankan untuk menimbang faktor makro seperti kebijakan bank sentral, dinamika suku bunga, dan perubahan aliran pembayaran internasional. Pertimbangan risiko harus menjadi fokus utama, dengan rencana manajemen risiko yang jelas jika ada momentum baru.

Secara keseluruhan, peluang pada XAUUSD dan logam lain bergantung pada keseimbangan narasi de-dollarisation, permintaan untuk aset berpendapatan tetap, dan dinamika dolar global. Disiplin manajemen risiko menjadi kunci, dan bila ada sinyal masuk yang jelas, target risiko-imbangan minimal sebaiknya mempertimbangkan rasio 1:1.5.

broker terbaik indonesia