Emas Menguat di Tengah Ketidakpastian Tarif AS; PPI Jadi Sorotan

Emas Menguat di Tengah Ketidakpastian Tarif AS; PPI Jadi Sorotan

Signal XAU/USDBUY
Open5195
TP5250
SL5120
trading sekarang

Harga emas (XAU/USD) berada mendekati 5.195 USD per ounce pada pembukaan sesi Asia, didorong oleh ketidakpastian terkait kebijakan tarif impor AS. Emas sering dipandang sebagai pelindung nilai ketika gejolak perdagangan meningkat, sehingga permintaan terhadap logam kuning itu kembali membaik. Pergerakan ini mencerminkan respons pasar terhadap sentimen risiko yang berubah-ubah sepanjang pekan. Laporan ini dipublikasikan oleh Cetro Trading Insight untuk memberikan gambaran yang jelas bagi pembaca.

Spekulasi mengenai tarif impor Amerika Serikat meningkat setelah beberapa komentar pejabat menyinggung kemungkinan kenaikan cukai hingga 15% untuk banyak negara. Ketidakpastian kebijakan perdagangan menambah tekanan pada irama pasar dan memperkuat minat terhadap aset yang tidak membayar bunga seperti emas. Di sisi lain, beberapa tanda kemajuan diplomatik antara AS dan mitranya bisa membatasi ruang atas bagi pergerakan ke atas.

Para pedagang menantikan rilis data Producer Price Index (PPI) Januari yang akan menjadi acuan arah jalur suku bunga AS. Angka yang lebih kuat dari ekspektasi bisa meningkatkan risiko perubahan suku bunga dalam waktu dekat, sehingga memicu volatilitas di pasar komoditas. Secara keseluruhan, pasar mencoba menilai keseimbangan antara potensi kenaikan tarif dan dinamika inflasi yang sedang berjalan.

Situasi ketegangan antara AS dan Iran tetap menjadi faktor penopang bagi emas sebagai aset pelindung nilai. Laporan kemajuan di negosiasi internasional menambah optimisme beberapa pelaku pasar meskipun fokus utama tetap pada risiko geopolitik. Peningkatan sentimen risiko sering kali mendorong pembelian emas untuk melindungi portofolio dari gejolak politik.

Oman menginformasikan bahwa pembicaraan nuklir antara AS dan Iran akan dilanjutkan minggu depan setelah kemajuan signifikan di Jenewa. Pertemuan teknis dijadwalkan berlangsung di Wina sebagai bagian dari proses negosiasi berjenjang. Hambatan diplomatik bisa berubah menjadi peluang volatilitas jangka pendek untuk perdagangan emas.

Investors akan memantau perkembangan terbaru karena jika ketidakpastian kebijakan luar negeri berlanjut, permintaan emas sebagai aset aman bisa tetap kuat. Namun jika kemajuan diplomatik berlanjut, adanya penghindaran risiko bisa membatasi pergerakan ke atas bagi harga emas. Kesimpulannya, ekuilibrium antara risiko geopolitik dan kemajuan diplomatik akan menentukan arah jangka pendek.

Data PPI saat ini menjadi fokus utama bagi para trader karena dapat mengindikasikan arah inflasi dan ekspektasi kebijakan suku bunga AS. Pasar menanti angka PPI Januari sebagai petunjuk utama mengenai kekuatan biaya produksi. Reaksi terhadap data tersebut bisa menentukan langkah selanjutnya bagi logam mulia.

Analis memperkirakan PPI bulanan meningkat sekitar 0,3% MoM pada Januari, dibandingkan 0,5% bulan sebelumnya, dengan laju tahunan sekitar 2,6%. Angka yang lebih lemah bisa menambah ruang bagi emas untuk melanjutkan tren kenaikan karena suku bunga bisa lebih lama bertahan rendah. Sebaliknya, angka yang lebih panas bisa meningkatkan peluang adanya dukungan kebijakan moneter yang berbeda.

Secara teknikal, narasi utama tetap mengarah pada potensi volatilitas jangka pendek. Jika data lebih panas dari ekspektasi, imbal hasil yang lebih tinggi bisa membatasi reli emas dalam waktu dekat. Namun jika data menahan diri, emas berpeluang melanjutkan tren bullish dengan risiko yang fleksibel jika volatilitas membesar.

broker terbaik indonesia