
Jelang pembukaan pekan, emas menunjukkan daya tarik sebagai tempat perlindungan saat para investor merespons berita bahwa Amerika Serikat dan Iran mencapai kerangka kerja untuk mengakhiri konflik. Perkembangan ini membuat sentimen pasar membaik dan menekan kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk memberi pemahaman yang lebih jelas bagi pembaca awam.
Di saat ini, XAU/USD diperdagangkan sekitar 4.344 dolar per ons, pulih dari level terendah sekitar tujuh bulan yang menembus 4.023 dolar pekan lalu. Keterangan mengenai penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) di Swiss menambah kepastian bagi pelaku pasar. Sementara itu, pernyataan optimis dari otoritas terkait dan kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz memberikan dukungan psikologis bagi pasar logam mulia.
Penurunan harga minyak mengurangi kekhawatiran inflasi dan menekan ekspektasi kenaikan suku bunga, sehingga logam mulia yang tidak membayar bunga mendapat ruang untuk pulih. Kondisi itu meningkatkan biaya peluang bagi investor untuk menahan logam non-yield seperti emas saat lingkungan suku bunga tinggi. Namun, potensi kenaikan lebih lanjut bisa dibatasi jika kesepakatan akhir masih belum ditandatangani secara formal.
Secara teknikal, XAU/USD masih menghadapi tekanan jangka pendek karena berada di bawah rata-rata pergerakan 20 hari sekitar 4.414 dolar. Kondisi ini cenderung menahan kenaikan dalam sesi mendatang meskipun ada tanda-tanda stabilisasi pada momentum. Pergerakan harga selanjutnya bisa berubah jika harga menembus zona resistance utama.
Indikator RSI telah pulih dari wilayah oversold dan saat ini berada mendekati 44, menunjukkan tekanan jual mulai mereda. Namun, RSI tetap berada di bawah level 50, sehingga tren mendasar belum konfirmasi perubahan menjadi bullish. Pelaku pasar akan menunggu konfirmasi harga di atas 4.414 dolar untuk melihat kemungkinan perpanjangan rebound.
Level resistance utama berada di sekitar 4.414 dolar (mid Bollinger Bands 20-hari), sementara batas atas sekitar 4.682 dolar dapat membatasi kenaikan jika momentum belum kuat. Di sisi bawah, dukungan pertama terlihat di 4.147 dolar, dan lantai sekitar 4.000 dolar bisa menarik minat pembeli lebih lanjut. Kondisi ini menekankan perlunya konfirmasi harga sebelum mengambil posisi.
Para pelaku pasar menantikan keputusan kebijakan moneter The Fed yang dijadwalkan pekan ini. Kebijakan tidak berubah cenderung menjadi konsensus, namun proyeksi ekonomi yang diperbarui dan komentar dari pimpinan bank sentral bisa memberi petunjuk arah kebijakan ke depan. Ketidakpastian ini mempengaruhi dolar, imbal hasil obligasi, serta sentimen terhadap komoditas berdena non-yield seperti emas.
Inflasi telah naik melampaui target 2% sejak konflik meningkat, sehingga biaya pinjaman tetap tinggi meski harga energi turun. Kondisi ini menambah tantangan bagi bank sentral untuk menurunkan suku bunga tanpa menimbulkan kejutan pasar. Investor akan menilai bagaimana Fed menafsirkan arah ekonomi dan jalur kebijakan yang diambil ke depan.
Karena sinyal masih campuran, pendekatan yang berhati-hati direkomendasikan untuk trader. Pengelolaan risiko yang baik, penggunaan level stop loss yang tepat, serta fokus pada peluang dengan rasio risiko-imbalan minimal 1:1,5 dapat meningkatkan peluang sukses. Secara keseluruhan, dinamika geopolitik, pergerakan minyak, dan kebijakan moneter akan membentuk arah XAU/USD dalam beberapa sesi mendatang.