Menurut analisis terbaru dari ING, Vietnam dipandang sebagai penerima manfaat terbesar dari perubahan tarif AS menuju skema flat Section 122. Langkah ini menekan beban biaya ekspor, terutama bagi negara yang mengandalkan produksi untuk pasar luar negeri. Model pertumbuhan Vietnam yang berfokus pada ekspor menambah pentingnya perubahan ini bagi prospek jangka pendek maupun menengah.
Penghapusan tarif yang lebih tinggi di bawah IEEPA memperkuat fokus Vietnam pada barang konsumsi dengan nilai tambah rendah. Hal ini memperlebar keunggulan biaya bagi produksi yang akan diekspor ke AS. Dengan demikian, Vietnam semakin kompetitif secara biaya, membuka peluang bagi perusahaan manufaktur lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Vietnam sekarang menjadi eksportir terbesar ketiga di Asia untuk pasar AS, sehingga momentum perdagangan internasionalnya semakin membaja. Perubahan tarif ini mempercepat proses integrasi Vietnam ke dalam rantai pasokan global, terutama untuk pakaian, alas kaki, mainan, dan barang konsumen berbiaya rendah. Pertumbuhan ekspor Vietnam pada 2025 telah menunjukkan posisi kuatnya dalam rantai pasokan global. Perubahan tarif terbaru memperkuat posisi ini dengan menjadikan Vietnam sebagai basis produksi utama bagi barang AS-bound.
Barang-barang berorientasi nilai rendah seperti pakaian, sepatu, mainan, menjadi bagian besar ekspor Vietnam. Dengan tarif yang lebih rendah, segmen tersebut akan lebih kompetitif saat bersaing dengan produsen lain di kawasan. Penurunan beban biaya ini berpotensi meningkatkan volume ekspor ke pasar utama negara tujuan.
Kebijakan tarif ini memperkuat momentum Vietnam dalam memposisikan diri sebagai basis produksi utama bagi barang yang akan diekspor ke pasar AS. Investor dan pelaku industri dapat melihat peningkatan kapasitas dan integrasi produksi regional. Hal ini juga dapat mendorong kemitraan lintas negara dan transfer teknologi tertentu.
Sinergi ini membuat Vietnam semakin relevan dalam rantai pasokan global, terutama bagi produk konsumsi bernilai rendah. Efeknya juga terlihat pada peningkatan efisiensi logistik dan stabilitas harga input bagi perusahaan asing. Kredensial produksi Vietnam semakin kuat berkat dukungan regulasi dan kebijakan pro-ekspor.
Para pembaca dan investor perlu melihat bahwa perubahan tarif memberi sinyal pertumbuhan ekspor berkelanjutan bagi Vietnam. Proyeksi permintaan AS terhadap barang konsumen berbiaya rendah tetap menjadi pendorong utama. Stabilitas kebijakan juga mengurangi ketidakpastian bagi pelaku bisnis.
Untuk pelaku pasar, langkah ini bisa mempengaruhi saham sektor manufaktur, rantai pasokan, dan logistik di wilayah Asia Tenggara. Namun, dampaknya bisa berbeda antar perusahaan tergantung keterkaitan rantai pasokan dan tingkat ketergantungan pada ekspor ke AS.
Di Cetro Trading Insight, kami merekomendasikan pemantauan terus-menerus terhadap dinamika harga, biaya produksi, dan permintaan konsumen AS untuk menilai peluang investasi jangka menengah. Cetro Trading Insight secara khusus menekankan pentingnya diversifikasi sumber pasar dan menjaga fleksibilitas produksi.