Pembacaan data tenaga kerja Amerika pada Januari menunjukkan penambahan pekerjaan sebesar 130 ribu, mengalahkan ekspektasi pasar. Akibatnya, tingkat pengangguran turun menjadi 4,3 persen, menandakan pemulihan tenaga kerja tetap kuat meski ada ketegangan fiskal. Pergerakan ini turut mempengaruhi pandangan investor terhadap arah kebijakan moneter Bank Sentral Amerika.
Rilis tersebut memicu penyesuaian harga pasar terhadap ekspektasi pemotongan suku bunga Fed yang lebih lambat dan tidak sejalan dengan puncak dovish yang semula dibayangkan. Meski demikian, emas tetap mendapat dukungan karena pembelian oleh bank sentral dan ketidakpastian geopolitik yang membatasi fluktuasi pasar risiko. Kombinasi faktor tersebut menjaga aset safe-haven tetap menarik bagi investor.
Berita politik internasional dan dinamika perdagangan, termasuk sorotan mengenai negosiasi terkait kebijakan perdagangan USMCA, menambah sisi risiko global. Liputan mengenai potensi perubahan kebijakan ini menambah ketidakpastian bagi para pelaku pasar, sehingga menjaga minat terhadap logam mulia sebagai perlindungan nilai terhadap volatilitas global.
Secara teknikal, XAU/USD berada di atas rata-rata pergerakan 20 hari sekitar 4.935 dolar, menunjukkan bahwa tren naik masih terjaga asalkan harga tidak turun menembus level tersebut. Momentum positif tercermin dari pergerakan harga yang mencoba mempertahankan posisi di zona atas SMA 20 hari.
Jika harga berhasil menembus di atas 5.100 dolar, peluang rally selanjutnya berpotensi menuju 5.451 dolar, seperti yang dibahas pelaku pasar. Level ini sering dipandang sebagai pintu gerbang menuju pergerakan lebih lanjut menuju titik tertinggi sebelumnya.
Di sisi lain, jika kekuatan borong berkurang dan harga turun, aliran jual bisa menekan emas ke zona 4.655 dolar pada swing low 6 Februari, sebelum menguji kembali SMA 50 hari di sekitar 4.588 dolar. Pada skenario negatif tersebut, pergerakan bisa membentuk koreksi jangka pendek sebelum potensi rebound berikutnya.
Nasional dan global tetap berada dalam fokus karena pembacaan CPI Januari dan pidato pejabat Fed diprediksi mempengaruhi arahan kebijakan di paruh pertama tahun 2026. Jika inflasi menunjukkan perlambatan yang konsisten, ekspektasi pemotongan suku bunga bisa menguat, memberi dukungan tambahan bagi reli emas.
Market juga mempertimbangkan adalah adanya risiko geopolitik dan dinamika perdagangan yang dapat menjaga permintaan terhadap aset lindung nilai. Pembacaan data ekonomi yang lebih lembut dari proyeksi dapat memperkuat skenario kenaikan harga, terutama jika dukungan dari kebijakan moneter tetap relatif ketat.
Cetro Trading Insight menyoroti bahwa tren teknikal saat ini lebih condong ke sinyal buy karena harga berada di atas level kunci dan didukung oleh pembelian bank sentral serta faktor geopolitik yang memicu permintaan safe-haven. Pelaku pasar dianjurkan memposisikan stop loss dekat dan menargetkan level di atas 5.450 dolar, sambil terus memantau pernyataan pejabat bank sentral serta rilis data ekonomi utama.