Emas telah mundur dari rekor tertinggi yang mendekati $4.967, menandai fase konsolidasi setelah lonjakan agresif sebelumnya. Pelemahan ini terlihat tipis namun konsisten seiring pedagang mengambil untung di harga sekitar $4.930. Secara umum, logam kuning tetap berada dalam tren kenaikan jangka menengah berkat permintaan safe-haven yang kuat dan dinamika geopolitik yang masih bergejolak.
Di sisi teknikal, momentum masih berada di zona bullish, meskipun indikator menunjukkan tanda kelelahan pada level sekitar $5.000. Dalam pembentukan pola aliran harga, XAU/USD berfluktuasi di sekitar $4.930 saat penulisan dan siap untuk kenaikan mingguan ketiga berturut-turut. Faktor-faktor fundamental mendukung, tetapi sinyal teknis menunjukkan adanya ketegangan jangka pendek.
Support terdekat di sekitar $4.900 menjadi fokus bagi pelaku pasar. Penembusan di bawah level tersebut bisa mengubah fokus menuju SMA 21-periode di sekitar $4.828 dan kemudian SMA 50-periode di sekitar $4.709. Skenario yang lebih luas tetap didorong oleh permintaan terhadap aset safe-haven meskipun ada jeda dalam kebijakan perdagangan global dan kemunculan kekhawatiran inflasi.
Agenda data AS yang dinantikan, termasuk Indeks Manajer Pembelian (PMI) S&P Global dan Sentimen Konsumen Universitas Michigan, menjadi pendorong utama bagi pergerakan harga emas. Data ekonomi yang dirilis memperlihatkan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada laju tahunan 4,4% pada kuartal ketiga, lebih tinggi dari proyeksi 4,3%, yang menambah daya tarik logam sebagai pelindung terhadap volatilitas.
Inflasi inti PCE tetap stabil di 2,9% secara QoQ, sementara klaim pengangguran naik menjadi 200.000. Kondisi ini menambah campuran pandangan bahwa ekonomi tetap kuat meski tekanan harga meningkat, sehingga ekspektasi terhadap kebijakan moneter tetap terjaga. Sementara itu, indeks dolar berada di sekitar 98.36, menunjukkan potensi kejatuhan menuju level dua minggu rendah, mengurangi dukungan bagi USD.
Perkembangan kebijakan seperti pilihan Ketua Fed berikutnya bisa mendorong jalur kebijakan yang lebih dovish, sementara pasar menilai bahwa laju pelonggaran sedang berjalan perlahan. Pasar hampir sepenuhnya memprediksi tidak ada perubahan pada pertemuan 27-28 Januari, dan banyak yang mengharapkan bank sentral menjaga sikapnya hingga kuartal pertama.
Dari sisi teknikal, tren emas tetap kuat secara luas, tetapi momentum melemah menjelang level psikologis $5.000. Pembeli berusaha mempertahankan zona sekitar $4.900, meskipun tekanan jual terlihat meningkat pada kerangka waktu tertentu. Indikator ADX berada di sekitar 39, menandakan tren yang kuat meskipun beberapa tanda kelelahan muncul.
RSI pada grafik 4 jam telah mundur menuju area 70 dan memperlihatkan divergensi bearish, memberi sinyal bahwa momentum naik mulai berkurang meski harga masih berada di atas SMA 21 dan 50. Kondisi ini mengarah pada peluang bagi trader untuk menimbang posisi jual dalam kerangka risiko relatif yang menarik.
Rencana perdagangan yang disarankan adalah posisi jual jika harga menembus support dekat $4.900. Target awal berada di sekitar $4.820 dan potensi pergerakan lebih lanjut menuju $4.800. Stop loss diposisikan di atas $5.000 untuk memberi ruang jika pasar berbalik, menjaga rasio risiko-keuntungan minimal 1:1.5.