Emas berhasil mendapatkan daya tarik positif setelah sesi sebelumnya ditutup lebih rendah, didorong oleh pelemahan dolar AS yang dipicu oleh sentimen kebijakan bank sentral. Pelaku pasar terus menilai kemungkinan adanya pemangkasan suku bunga di masa depan, meskipun jalur kebijakan masih bisa berubah tergantung data ekonomi terbaru. Pada sesi Asia hari ini, XAU/USD berhasil kembali berada di atas level 5.050 dolar per ounce, menunjukkan pembelian pada koreksi.
Ketidakpastian pada arah US dollar membuat para trader memasang mata pada laporan Non-Farm Payrolls NFP AS yang akan dirilis. Ekspektasi penurunan suku bunga dalam tahun ini mendukung pergerakan jangka pendek logam mulia, namun peningkatan volatilitas menjelang rilis data sering membuat trader mengambil sikap hati-hati. Secara umum, sentimen positif masih ada meskipun potensi pembatasan di atas terjadi akibat data ekonomi yang perlu diobservasi.
Data ritel AS Desember dilaporkan stagnan, menambah tanda melemahnya dinamika tenaga kerja dan memperkuat pandangan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Q4 bisa lebih lemah dari ekspektasi. Pasar kini memikirkan kemungkinan perlunya pelonggaran kebijakan Fed pada 2026, yang menekan dolar ke wilayah rendah untuk beberapa waktu. Kendati demikian, risiko geopolitik dan faktor fundamental global tetap menjadi faktor penentu arah pergerakan jangka pendek.
Dari sisi teknikal, XAU/USD menunjukkan beberapa sinyal positif. Harga bergerak bertahan di atas 200-period moving average pada kerangka 4 jam, menandakan bias naik yang masih relevan selama harga tidak menembus support utama. Pergerakan MA yang terus menanjak juga mendukung peluang kenaikan jika level ini tetap menjadi acuan bagi buyer.
MACD berada di atas garis sinyal dengan histogram yang menunjukkan momentum bullish relatif stabil, meski terlihat kearah mendatar. RSI berada di sekitar 56, mengindikasikan ruang untuk dorongan lebih lanjut jika harga berhasil menembus resistance dekat 5.090. Penembusan tersebut bisa memulai momentum positif yang lebih luas bagi XAU/USD.
Secara keseluruhan, analisis teknikal menunjukan bias membeli pada retracements ringan, asalkan momentum tidak melemah dan volatilitas tidak meningkat secara tajam. Penyangga dukungan dan resistance kunci di sekitar 5.050–5.090 menjadi fokus utama bagi trader untuk konfirmasi arah. Pemantauan indikator seperti MACD dan RSI diperlukan untuk menghindari jebakan pasar yang fluktuatif.
Berdasarkan kombinasi faktor fundamental dan teknikal, strategi yang disarankan adalah posisi beli dengan open sekitar 5.055, stop loss di 5.030, dan target pertama di 5.100. Rencana ini memanfaatkan peluang jika harga bisa menembus resistance 5.090 dan melanjutkan ke level lebih tinggi. Rasio risiko imbangan sekitar 1:1.8 memenuhi kriteria minimal yang diinginkan.
Langkah ini juga menempatkan fokus pada risiko jika NFP meleset atau data ritel AS menunjukkan pertumbuhan yang lebih lemah. Jika NFP mengecewakan, greenback bisa melemah lebih lanjut dan memberi ruang bagi XAUUSD untuk melanjutkan upaya naik menuju area resistance berikutnya. Trader perlu menilai dinamika harga setelah rilis data dan menyesuaikan level stop dan target sesuai volatilitas pasar.
Sementara itu, volatilitas harga tetap tinggi karena faktor geopolitik dan ketidakpastian kebijakan moneter. Disiplin manajemen risiko, kepatuhan terhadap rencana trading, serta pelaksanaan trailing stop bisa membantu melindungi modal saat skenario pasar berubah. Dengan pendekatan yang terukur, peluang risiko-imbalan dapat dipertahankan sesuai target yang telah ditetapkan.