Perak menghadapi tekanan karena dolar AS yang lebih kuat dan meningkatnya imbal hasil obligasi AS. Kondisi ini menekan minat investor pada aset non-yielding, termasuk logam mulia, meskipun sentimen pasar secara umum tetap rapuh akibat konflik berkelanjutan antara AS dan Iran. Faktor geopolitik memengaruhi risiko dan arah aliran modal pada instrumen berisiko lebih rendah seperti logam mulia.
Di sisi geopolitik, gangguan terhadap aliran minyak melalui Selat Hormuz menambah premi risiko bagi harga minyak global. Ketidakpastian ini bisa memicu tekanan inflasi global dan mempersulit jalur pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve. Dampaknya, pergerakan imbal hasil dan kebijakan suku bunga turut membentuk daya tarik aset aman termasuk perak dalam jangka menengah.
Seiring waktu, kombinasi gejolak global dan ekspektasi kebijakan suku bunga yang lebih tinggi dapat mengurangi daya tarik logam mulia. Investor kerap menimbang risiko-suku bunga ketika menilai marginnya, sehingga pergerakan harga logam bisa tertahan meski permintaan safe-haven sesekali muncul di tengah volatilitas pasar yang tinggi.
Dari sudut teknis, XAG/USD diperdagangkan mendekati batas bawah pola rising wedge, yang meningkatkan peluang terjadinya breakout bearish jika harga menembus bawah dukungan pola tersebut. Kondisi ini membuat tekanan jual lebih intensif dan menambah peluang pergerakan ke sisi bawah dalam beberapa sesi mendatang.
Indikator momentum menunjukkan bias negatif yang kuat. RSI telah turun mendekati level 30, menandakan area oversold dan tekanan jual yang signifikan. Sementara itu, MACD berada di bawah garis sinyal dengan histogram yang melebar ke arah bawah, menguatkan pandangan lemah dalam kerangka waktu pendek hingga menengah.
Level kunci bagi pelaku pasar meliputi dukungan sekitar 72.32, yang merupakan rendah pada 18 Februari, dan berfungsi sebagai target konfirmasi jika wedge benar-benar tembus. Di sisi atas, resistance berada sekitar 83.20 (SMA 100) dan 88.80 (SMA 200), yang diperlukan untuk mengembalikan momentum naik secara bermakna.
Dalam skenario terburuk, penembusan kuat di bawah wedge berpotensi mempercepat tren jual menuju target 72.32, dengan kemungkinan lanjut ke wilayah sekitar 64.08 jika tekanan seller tetap besar. Kondisi seperti ini menempatkan fokus pada risiko jangka pendek yang mungkin muncul sebelum potensi rebound teknikal jika level support bertahan.
Di sisi atas, peluang kenaikan akan bergantung pada tembusan berkelanjutan di atas 88.80 hingga 200-SMA. Tembusan tersebut bisa memulihkan momentum bullish dan membuka ruang untuk pergerakan yang lebih luas, meskipun hal tersebut memerlukan konfirmasi yang kuat dari pelaku pasar.
Untuk strategi trading, basis keputusan saat ini menunjukkan bias bearish dengan manajemen risiko yang jelas. Saran praktis adalah membuka posisi jual di sekitar harga pasar saat ini, dengan stop loss di 83.20 dan target pertama di 72.32. Rasio risiko-keuntungan lebih dari 1:1.5 membuat skenario ini konsisten secara rasional, asalkan manajemen risiko ditegakkan dan dinamika pasar terus dipantau.