EUR/GBP tetap berada di kisaran 0.8700 jelang sesi Asia, karena pelaku pasar memilih menahan diri di tengah risiko geopolitik. Ketegangan di wilayah Timur Tengah meningkatkan kehati-hatian, menekan arah pergerakan pasangan mata uang ini. Laporan dari Cetro Trading Insight menekankan bahwa data politik dan energi saat ini lebih menentukan daripada sentimen teknikal semata.
ECB terus memantau pasar energi sebagai faktor penggerak inflasi. Gubernur Bank Sentral Eropa, Villeroy de Galhau, menegaskan bahwa bank sentral tetap mengawasi dinamika harga energi akibat konflik regional. Ia menilai durasi konflik akan membentuk rute inflasi, tetapi tidak ada alasan kuat untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
Sementara itu, Inggris berisiko menghadapi stagflasi karena biaya energi yang lebih tinggi dapat mendorong inflasi tetap meningkat meskipun pertumbuhan dan lapangan kerja tetap lemah. Inflasi Inggris Januari tercatat sekitar 3% secara YoY, menambah kekhawatiran atas tekanan biaya hidup. Karena Inggris adalah salah satu importir energi utama, lonjakan harga energi juga menambah beban terhadap prospek ekonomi dan kebijakan Bank of England.
Pembahasan mengenai kebijakan ECB memperlihatkan kecenderungan untuk menahan suku bunga sambil menilai dinamika harga energi. Beberapa pejabat menilai kehati-hatian lebih tepat selama periode ketidakpastian geopolitik. Meskipun demikian sebagian pelaku pasar masih mempertimbangkan kemungkinan perubahan jalur kebijakan jika tekanan inflasi akibat harga minyak dan gas terus meningkat.
Koordinasi kebijakan tetap mengarah pada sikap menunggu hingga panduan jelas dari data ekonomi mengemuka. Martins Kazaks menekankan perlunya menjaga suku bunga stabil sambil menimbang risiko yang timbul dari konflik Iran. Ketidakpastian seputar eskalasi konflik membuat komentar kebijakan tetap labil, sehingga pasar menilai sinyal dari lonjakan harga energi dan data inflasi.
Para analis menantikan data ritel zona euro sebagai penanda kesehatan permintaan domestik. Rilis data tersebut dapat memicu penyesuaian ekspektasi jalur kebijakan dan memengaruhi arah EUR/GBP. Hingga data keluar, pasangan ini cenderung terperangkap dalam kisaran sempit karena kombinasi ketidakpastian geopolitik, likuiditas musiman, dan faktor energi.
Ketidakpastian biaya energi meningkatkan risiko stagflasi di Inggris, menahan pertumbuhan meskipun potensi pemulihan masih ada. Kondisi tersebut menopang pergerakan EUR/GBP yang saat ini terlihat datar. Para analis menilai lonjakan harga minyak dan gas bisa menjaga tekanan inflasi dan biaya hidup jika kebijakan moneter tidak mampu meredamnya.
Di sisi euro, arah berikutnya untuk EUR/GBP akan sangat dipengaruhi oleh performa inflasi zona euro dan dinamika pasar energi. Pasar menimbang kapan ada perubahan kebijakan atau konfirmasi data yang bisa mengubah sentimen. Arah gerak pasangan ini tetap bergantung pada gejolak geopolitik, pelaksanaan kebijakan, serta perbaikan pertumbuhan di kedua wilayah.
Seksi terakhir menekankan bahwa secara keseluruhan para trader disarankan menunggu konfirmasi arah melalui data ekonomi utama dan sinyal teknikal yang jelas. Karena saat ini keadaan didominasi faktor fundamental, sinyal trading jangka pendek lebih menantang untuk diandalkan. Cetro Trading Insight akan terus mengikuti dinamika EUR/GBP dan memberikan pembaruan terkait risiko serta peluang di pasar mata uang ini.