Inflasi Tokyo untuk Februari tercatat naik 1.6% secara tahunan, menandai kelanjutan tekanan harga di ekonomi utama Jepang. Angka inti yang tidak termasuk makanan segar naik 1.8% YoY, mengundang respons dari pelaku pasar yang memantau jalannya kebijakan BoJ. Sementara itu, laju inflasi tetap lebih tinggi dibanding target historis meski ada tanda pelonggaran beberapa komponen.
EUR/JPY terus melemah untuk sesi kedua berturut-turut dan diperdagangkan sekitar 183.80 pada jam perdagangan Asia. Yen Jepang menguat terhadap euro setelah rilis inflasi Tokyo yang beragam. Pergerakan ini menambah tekanan pada pasangan mata uang, meski pasar menilai lonjakan inflasi secara historis dapat mendorong kebijakan pengetatan lebih lanjut.
Menurut Cetro Trading Insight, data Tokyo menunjukkan inflasi inti tetap di atas target 2%, tetapi dinamika tersebut memberi peluang bagi penyesuaian kebijakan. Gubernur BoJ Ueda menegaskan suku bunga akan naik jika proyeksi ekonomi dan harga terwujud, menambah ekspektasi pasar terhadap langkah berikutnya. Komentar terkait kenaikan bertahap juga diulang oleh beberapa anggota dewan.
| Open | TP | SL |
|---|---|---|
| 183.80 | 182.00 | 184.50 |
Gubernur BoJ, Kazuo Ueda, menegaskan bahwa sikap kebijakan akan menjadi lebih ketat jika proyeksi ekonomi dan inflasi terpenuhi. Perkataan itu menegaskan arah kebijakan yang lebih banyak didorong ke pengetatan, meski langkah-langkahnya disampaikan secara bertahap. Komentar ini konsisten dengan nada hawkish yang menandai kelanjutan penyesuaian kebijakan.
Anggota dewan Hajime Takata menambahkan bahwa kenaikan suku bunga berikutnya sebaiknya dilakukan secara bertahap untuk menjaga kestabilan ekonomi. Sementara itu, meskipun headline CPI Tokyo menurun, laju inflasi inti masih jauh di atas target 2% BoJ pada beberapa ukuran. Kondisi ini menjaga peluang pengetatan menyusul jika tren harga terus menunjukkan kebangkitan.
Pasar tetap bersikap hati-hati karena kebijakan BoJ berbeda dengan bank sentral lainnya. Banyak analis menyoroti bahwa pernyataan hawkish pejabat BoJ memberi dukungan pada yen namun juga menambah ketidakpastian mengenai jadwal kenaikan berikutnya. Ketidakpastian ini membuat investor tetap fokus pada data inflasi dan prospek kebijakan kedepan.
Para pelaku pasar menanti data tenaga kerja dan inflasi Jerman yang dirilis kemudian sesi ini. Data tersebut bisa menggeser ekspektasi terhadap pengendalian kebijakan di zona euro serta memberikan arahan baru bagi EUR/JPY. Kondisi ini membuat pergerakan pasangan tetap rentan pada rilis data makro.
Data pengangguran dan CPI Jerman yang positif atau negatif bisa memicu volatilitas lebih lanjut untuk EUR/JPY. Jika data mengecewakan, euro bisa tertekan terhadap yen, sebaliknya jika data positif, EUR bisa mengubah arah tren secara sementara. Rilis ini dipantau sebagai penentu arah jangka pendek oleh pasar.
Analisis teknikal juga relevan karena harga sekitar 183.80 menunjukkan tren turun dalam jangka pendek. Pelaku pasar menimbang rilis data Jerman dengan fokus pada potensi pembalikan jika sentimen membaik. Tim riset mencatat bahwa pergerakan selanjutnya kemungkinan dipandu oleh data makro dan komentar kebijakan.