EUR/JPY naik didorong oleh dukungan terhadap euro akibat upaya Uni Eropa mencegah tarif AS terhadap sekutu Eropa. Pasar menilai langkah diplomatik UE bisa meredam eskalasi proteksionisme yang berpotensi meningkatkan ketidakpastian global. Trump telah mengungkap rencana mengenakan tarif pada delapan negara Eropa yang menentang proposalnya untuk mengakuisisi Greenland, yang menambah dinamika risiko pada pasangan mata uang ini.
Para diplomat UE sepakat untuk memperkuat upaya mencegah tarif sambil mempersiapkan pembalasan jika tarif dilanjutkan. Koordinasi di tingkat antar negara memperlihatkan tekad untuk membatasi dampak kebijakan proteksionis terhadap ekonomi regional. Reaksi pasar terhadap pernyataan ini terlihat dalam perbaikan sentimen terhadap EUR dibanding mata uang utama lainnya.
Dukungan bagi EURJPY juga berasal dari suasana kebijakan Jepang yang cenderung mendukung mata uang asing melalui potensi tetapnya kebijakan suku bunga. Ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ dan prospek peningkatan pengeluaran fiskal di bawah pemerintahan PM Sanae Takaichi menambah volatilitas dalam pergerakan Yen. Meski demikian bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada 0,75% dalam pekan ini, sehingga kenaikan lebih lanjut akan bergantung pada perkembangan.
Harga EURJPY diperdagangkan sekitar 183,60 pada sesi Asia, menunjukkan rebound setelah beberapa hari turun. Para analis menilai bahwa pergerakan ini dipicu sentimen positif terhadap euro dan harapan bahwa kebijakan fiskal Jepang tetap sejalan dengan proyeksi. Namun mereka juga menekankan bahwa faktor teknis dan ekspektasi kebijakan BoJ menimbulkan batas atas bagi reli hari ini.
Dari sisi teknis, pergerakan pasangan ini menunjukkan upaya pemulihan meskipun berada dalam kisaran sempit. Yen mendapat dukungan dari spekulasi kenaikan suku bunga BoJ dan kemungkinan intervensi jika depresiasi berlanjut. Pasar juga mempertimbangkan dampak jangka menengah dari langkah fiskal Jepang terhadap likuiditas global.
Ke depan, arah EURJPY akan sangat dipengaruhi oleh keputusan BoJ dan perkembangan isu tarif AS–EU. Meski BoJ diperkirakan menahan suku bunga minggu ini, pasar sedang menilai sinyal Jun ketika proyeksi inflasi dan pertumbuhan menyimpang. Ketidakpastian mengenai intervensi yen tetap ada, sehingga trader disarankan memantau pernyataan pejabat BoJ dan instruksi fiskal terkait.
Ketegangan perdagangan meningkat setelah Trump menyatakan tariff 10% pada barang-barang dari delapan negara Eropa, termasuk Denmark, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, Inggris, dan Norwegia, yang berlaku mulai 1 Februari. Pasar menilai dampak kebijakan ini terhadap arus modal dan permintaan euro. Eskalasi tarif berpotensi mengubah dinamika EURJPY jika negara UE merespons dengan tindakan balasan, meningkatkan volatilitas di pasar FX.
Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menyiratkan kemungkinan intervensi terkoordinasi dengan Amerika Serikat untuk mendukung mata uang yang lemah. Ia menegaskan bahwa semua opsi tetap terbuka, termasuk intervensi pasar langsung. Pernyataan ini menambah lapisan risiko bagi trader yang mencoba menafsirkan arah pasangan ini.
Secara umum para pelaku pasar perlu berhati-hati karena EURJPY sangat responsif terhadap perkembangan tarif, komunikasi BoJ, dan dinamika fiskal global. Artikel ini lebih fokus pada analisis fundamental dengan catatan bahwa sinyal trading yang jelas belum terbentuk dari informasi yang tersedia. Oleh karena itu disarankan bagi pembaca untuk memantau rilis data ekonomi utama serta pernyataan pejabat BoJ sebelum mengambil posisi.