Pertumbuhan inflasi di Zona Euro menunjukkan pelambatan yang berlanjut, dengan data hasil rilis menunjukkan penurunan signifikan pada Desember. Laporan HICP YoY direvisi turun menjadi 1,9% dari perkiraan awal 2,0%, sementara inflasi inti (Core HICP) mencapai 2,3% YoY, lebih rendah dibanding bulan sebelumnya.
Penurunan tekanan harga ini menegaskan perlambatan inflasi di zona euro dan memperkaya argumen bagi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk menjaga sikap kebijakan yang hati-hati. Bank sentral cenderung melanjutkan pendekatan berbasis data sehingga tidak tergesa-gesa merombak jalur kebijakan meski tekanan eksternal tidak bisa diabaikan.
Dalam konteks ini, pergerakan euro terdukung, karena investor menilai bahwa inflasi yang mendekati target 2% memperkuat posisi status quo kebijakan, sekaligus menambah stabilitas nilai tukar terhadap risiko geopolitik global yang sedang bergulir.
Di Jepang, dinamika politik meningkatkan volatilitas yen. Parlemen Jepang diperkirakan dibubarkan pada 23 Januari dengan pemilihan umum mendadak pada 8 Februari, sehingga visibilitas kebijakan ekonomi menjadi terbatas.
Ketidakpastian ini menambah tekanan terhadap yen, meskipun beberapa faktor pendukung tetap ada, seperti opsi intervensi mata uang dan kemungkinan koordinasi dengan Amerika Serikat untuk menahan pelemahan berlebihan.
Di sisi kebijakan moneter, beberapa pejabat BoJ menilai bahwa ruang untuk pengetatan lebih awal mungkin ada, meski komitmen pada level suku bunga saat ini cenderung dipertahankan untuk saat ini sehingga volatilitas tetap tinggi.
EUR/JPY diperdagangkan di sekitar 183,50 pada awal minggu ini, dengan kenaikan sekitar 0,10% sejak pembukaan. Pergerakan ini mencerminkan respons terhadap perbandingan dinamika makroekonomi antara Zona Euro dan Jepang.
Faktor-faktor makro yang mendukung euro dan tekanan pada yen membuat pasangan mata uang ini tetap sensitif terhadap perubahan sentimen risiko dan retorika kebijakan, yang dapat memicu volatilitas jika berita utama muncul.
Rekomendasi trading untuk posisi long EURJPY adalah open 183,50, target keuntungan 185,75, dengan stop loss di 182,00. Rasio risiko/imbalan sekitar 1:1,5 menambah kenyamanan profil rencana trading sambil memantau data ekonomi selanjutnya yang dapat mengubah arah pasangan.