EUR/JPY menguat ke sekitar 186,25 di sesi Asia hari Jumat sejalan dengan keputusan BoJ untuk mempertahankan suku bunga pada 0,75%. Pasar merespons dengan tekanan pada yen, mengakui bahwa kebijakan moneter tetap longgar. Momentum ini menandai pergeseran dinamika mata uang menuju pasangan berisiko, di mana EUR lebih kuat dibanding JPY setelah rapat BoJ.
BoJ menegaskan komitmen untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada 0,75% setelah rapat dua hari. Langkah ini menjaga biaya pinjaman pada level tertinggi dalam beberapa dekade, sehingga menambah tekanan pada yen dalam jangka pendek. Sinyal dari konferensi pers pekan ini menjadi fokus utama investor untuk melihat arah kebijakan lebih lanjut.
Di tengah itu, sorotan beralih pada respons pasar terhadap pernyataan pejabat BoJ dan faktor kejutan politik domestik yang sempat mengguncang pasar. Meskipun tidak ada perubahan kebijakan, sentimen risiko tetap menguntungkan mata uang terkait zona euro. Pelaku pasar menilai bagaimana kebijakan Jepang akan mempengaruhi pergerakan EURJPY ke depan.
Di sisi euro, notulen rapat ECB mengindikasikan sikap hati-hati terhadap pengetatan lebih lanjut. Inflasi berada mendekati target 2%, dengan pasar memperkirakan kebijakan tetap stabil sepanjang 2026. Hal ini memberi gambaran bahwa lonjakan suku bunga di wilayah euro tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
Para pedagang juga akan memperhatikan rilis data PMI pembacaan awal untuk Zona Euro, Jerman, dan Prancis yang dirilis Jumat. Hasil yang lebih lemah dari ekspektasi dapat menambah tekanan pada EUR terhadap JPY jika pelaku pasar menilai perlambatan ekonomi lebih lanjut. Namun, jika PMI menunjukkan kekuatan, EUR berpotensi mempertahankan atau memperluas kenaikan terhadap mata uang Jepang.
Kendati demikian, notulen ECB juga menekankan bahwa kebijakan akan tetap terjaga karena risiko inflasi dan dinamika volatilitas. Pasar cenderung menyeimbangkan risiko antara faktor moneter dan pertumbuhan. Secara umum, pergerakan EURJPY diperkirakan akan dipengaruhi oleh bagaimana data PMI menafsirkan arah kebijakan bank sentral.
Dinamika pasar saat ini menempatkan EURJPY dekat level kunci dengan reaksi terhadap kedua bank sentral utama. Pergerakan ke depan akan dipengaruhi oleh konfirmasi dari pernyataan BoJ dan komentar ECB dalam konferensi serta revisi PMI. Para trader perlu memantau kejutan data ekonomi untuk mengantisipasi perubahan arah.
Dari sisi teknikal, level 186,25 menjadi landasan penting karena diperdagangkan mendekati area itu selama sesi Asia. Jika momentum berlanjut, layer resistance berikutnya bisa berada di sekitar 187,00–187,50, sementara support terdekat berada di 185,50–185,80. Kondisi ini menambah probabilitas untuk gerak sideways atau breakout tipis tergantung data ekonomi.
Dalam hal manajemen risiko, tanpa sinyal trading eksplisit dari data terbaru, para pelaku pasar disarankan menunda pembukaan posisi baru hingga arah jelas dari PMI dan pernyataan kebijakan. Disiplin ukuran posisi dan stop loss menjadi kunci untuk menghadapi volatilitas. Mengingat volatilitas, pertimbangan jangka pendek tetap penting di tengah dinamika berita kebijakan.