EUR/USD Berpotensi Naik Mendekati 1.2080: Analisis DBS Group Research

EUR/USD Berpotensi Naik Mendekati 1.2080: Analisis DBS Group Research

Signal EUR/USDBUY
Open1.190
TP1.208
SL1.185
trading sekarang

Philip Wee dari DBS Group Research menekankan adanya bias upside pada EUR/USD, dengan pergerakan sekitar 1.19 dan bukan 1.18 pada awal Februari. Analisis ini menilai peluang volatilitas menuju kisaran lebih tinggi dalam beberapa minggu ke depan. Laporan ini dipersembahkan oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca awam namun tetap akurat secara profesional. Pelaku pasar dihadapkan pada dinamika antara data inflasi dan kebijakan bank sentral sebagai pendorong utama.

Analisis menunjukkan EURUSD berpotensi menguji kembali level tertinggi sekitar 1.2080 yang terlihat pada akhir Januari. Jika sentimen pasar tetap bullish, peluang untuk memanfaatkan pergerakan ke atas lebih besar. Namun demikian, para pelaku pasar juga bisa melihat peluang konsolidasi di kisaran menengah jika data datang dengan kejutan.

Momentum ini menandakan pair cenderung bergerak ke arah yang lebih tinggi seiring konfirmasi data inflasi dan dukungan kebijakan ECB terhadap risiko seimbang. Pernyataan pejabat ECB yang menahan inflasi di sekitar target 2% menjadi faktor pendukung pergerakan naik. Secara umum, analisis ini menggabungkan faktor fundamental dengan tekanan teknikal untuk gambaran jangka pendek.

Para pejabat ECB menekankan bahwa penurunan inflasi belum mengubah penilaian risiko yang seimbang terhadap kebijakan, dengan kemungkinan menjaga suku bunga deposito di 2%. Hal ini menciptakan lanskap yang relatif netral bagi EURUSD, meski ada tekanan dari momentum naik pada pasangan mata uang tersebut. Risiko tetap seimbang terhadap target inflasi 2%, sehingga pasar menilai jalur kebijakan akan tetap stabil dalam waktu dekat.

Dengan CPI yang masih berada di dekat target meski lebih rendah dari sebelumnya, ekspektasi untuk test level tinggi 1.2080 tetap relevan. Artikel menyoroti bahwa pernyataan ECB menambah dukungan terhadap skenario EURUSD menanjak dalam jangka pendek. Kondisi ini mendorong trader untuk memantau perkembangan data inflasi dan komentar kebijakan pada minggu-minggu mendatang.

Secara keseluruhan, materi kebijakan dan sinyal inflasi membangun fondasi bagi pergerakan menuju range yang lebih tinggi. Pasar menilai bahwa volatilitas bisa tetap moderat namun bias ke arah kenaikan jika data inflasi menunjukkan stabilitas. Dalam konteks ini, EURUSD diposisikan untuk menguji level tertinggi sebelumnya seiring kepercayaan pelaku pasar meningkat.

Strategi Trading untuk EURUSD

Rekomendasi sinyal beli didasarkan pada skenario bias bullish dengan target sekitar 1.2080 dan stop loss di 1.1850. Level open yang dipertimbangkan sekitar 1.1900 menjadi patokan untuk rencana entry, sehingga rasio risiko-imbangan yang layak tercapai. Dengan skema ini, potensi upside relatif terhadap downside memenuhi kriteria minimal 1:1.5.

Untuk manajemen risiko, disarankan menggunakan ukuran posisi yang proporsional terhadap ukuran akun dan toleransi risiko. Trader bisa mempertimbangkan penyesuaian ukuran lot atau penggunaan order stop trailing jika pergerakan pasar berubah. Hindari over-leveraging agar tetap menjaga modal utama tetap aman.

Faktor pendukung melibatkan data inflasi dan komentar kebijakan selanjutnya. Trader sebaiknya memantau rilis CPI, pernyataan pejabat ECB, dan potensi kejutan dari berita ekonomi lain. Arah pasar bisa berubah jika ada perubahan kebijakan yang signifikan, sehingga penting untuk selalu mengikuti update terbaru.

broker terbaik indonesia