EUR/USD Diprediksi Naik ke 1.22 di 2026 Berkat Fed Cut dan ECB Stabil, Analisis Cetro Trading Insight

EUR/USD Diprediksi Naik ke 1.22 di 2026 Berkat Fed Cut dan ECB Stabil, Analisis Cetro Trading Insight

Signal EUR/USDBUY
Open1.190
TP1.220
SL1.180
trading sekarang

Tim strategi Commerzbank tetap memiliki pandangan positif terhadap EUR/USD. Mereka menilai pasangan mata uang ini berada pada jalur yang lebih tinggi sepanjang 2026, dengan level 1.19 sebagai acuan Q1 dan target 1.22 menjelang akhir tahun. Analisis ini dirangkum oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca kami sebagai panduan utama.

Faktor pembiayaan yang kondusif menjadi pendorong utama. Pertumbuhan AS diperkirakan tetap kuat meski di jalur yang moderat, sementara zona euro menunjukkan fondasi yang stabil. Kondisi tersebut mendukung keberlanjutan pergerakan EUR/USD ke arah yang lebih tinggi sepanjang horizon prognostik.

Perbedaan dinamika kebijakan antara bank sentral menjadi kunci pendorong. Fed diperkirakan memangkas suku bunga menjadi 2.75% pada akhir kuartal pertama tahun depan, sementara ECB tetap di 2.0%. Dengan kerangka kebijakan seperti itu, risiko bagi EUR/USD cenderung mengarah ke sisi positif bagi euro.

Garis besar analisis menyoroti pertumbuhan ekonomi AS sebagai motor penggerak utama. Pertumbuhan US GDP untuk 2026 diperkirakan mendekati 3.0%, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya. Kondisi pembiayaan yang menguntungkan juga diharapkan mendorong ekspansi ekonomi domestik.

Perbandingan siklus kebijakan antara Fed dan ECB menambah arah bullish untuk EURUSD. ECB diperkirakan mempertahankan suku bunga di 2.0%, sementara Fed kemungkinan menurunkan suku bunga menjadi 2.75% pada Maret tahun depan. Perbedaan laju kebijakan ini menambah tekanan positif terhadap euro.

Investasi global dan likuiditas pasar turut membentuk lintasan harga. Dengan faktor-faktor pendukung tersebut, euro memiliki peluang untuk menguat terhadap dolar sepanjang 2026 meskipun tetap ada risiko volatilitas. Narasi ini konsisten dengan proyeksi pasar yang disampaikan bank dan analis independen.

Di balik prospek jangka pendek yang positif, para analis menilai ada hambatan jangka panjang yang perlu dicermati. Perubahan struktural seperti intervensi negara dalam pasar, beban utang, dan pergeseran menuju deglobalisasi menambah konteks risiko. Hal-hal ini dapat membatasi potensi pertumbuhan dalam kurun waktu lebih panjang.

Inflasi tingkat menengah ke atas secara struktural menjadi asumsi utama dalam kebijakan moneter. Ketidakpastian geopolitik dan biaya pembiayaan yang tinggi berpotensi menambah tekanan terhadap penataan suku bunga. Investor perlu mempertimbangkan skenario tersebut saat mengelola posisi mata uangnya.

Meski demikian, horizon 2026 tetap memberi peluang bagi EURUSD untuk bergerak lebih tinggi dibandingkan level saat ini. Pemantauan data ringkas, pernyataan bank sentral, serta faktor fiskal perlu dilakukan secara berkala untuk menilai ulang ekspektasi. Analisis Cetro Trading Insight memperlihatkan bahwa pergeseran kebijakan dan dinamika global akan menjadi penentu utama.

broker terbaik indonesia