Pergeseran risiko pasar membaik setelah pengumuman bahwa tarif terkait Greenland tidak langsung diberlakukan, sehingga sentimen global membaik. Pemerintah AS melihat saham-saham utama naik, sementara indeks dolar menghadapi tekanan relatif, meskipun beberapa komponen menunjukkan penguatan terbatas terhadap keragaman mata uang utama. Kondisi ini menahan volatilitas jangka pendek sambil memperkuat minat investor terhadap aset yang lebih aman maupun berisiko tergantung arah data ekonomi terbaru.
Di sisi lain, dolar AS menguat tipis terhadap sejumlah mata uang utama, meskipun pergerakan ini tidak seragam. Indeks DXY mencatat kenaikan tipis sejalan dengan pembatasan risiko sebagai respons terhadap pernyataan terkait pertemuan NATO dan Greenland. Pasar menakar ekspektasi kebijakan moneter yang lebih luas, termasuk sikap Federal Reserve terhadap suku bunga mendatang.
Secara umum, euro berada pada posisi defensif karena sentimen global yang beragam, sementara fokus pasar tetap tertuju pada data ekonomi utama dan komentar pejabat bank sentral yang bisa mempengaruhi arah jangka menengah. Pergerakan harga EURUSD menunjukkan bahwa pelaku pasar menantikan konfirmasi arah setelah beberapa dinamika geopolitik mereda.
Di luar data geopolitik, kalender ekonomi memuat sejumlah rilis penting: Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal ketiga final, klaim pengangguran, dan ukuran inflasi pilih Fed melalui PCE Inti. Rilis tersebut diperkirakan akan membentuk ekspektasi terhadap laju pertumbuhan dan tekanan inflasi di perekonomian terbesar dunia. Investor juga memantau pembahasan kebijakan moneter ECB melalui catatan pertemuan kebijakan.
Satu jajak pendapat Reuters mengindikasikan sebagian besar ekonom memprediksi Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan Januari, dengan banyak pihak menilai bahwa bank sentral akan menunggu hingga Powell menyelesaikan masa jabatan. Persepsi tersebut menambah dinamika bagi EURUSD karena pergeseran sikap kebijakan berarti pergeseran peluang terhadap dolar.
Penjualan rumah tertunda di AS menunjukkan penurunan dan inventaris rumah tetap tipis, yang bias membuat aktivitas transaksi rumah tangga lesu lebih lama. Sementara itu, UE melaporkan penundaan ratifikasi perjanjian perdagangan AS-UE, menambah faktor volatilitas bagi pasangan mata uang utama saat para pelaku pasar menimbang risiko global.
Secara teknikal, EURUSD telah mundur dari level tertinggi harian di sekitar 1,1743 dan melemah di bawah level 1,1700, menandai momentum yang beralih menjadi bearish. RSI menunjukkan pergeseran dari wilayah bullish menuju tekanan jual, meningkatkan peluang penurunan lebih lanjut dalam beberapa sesi ke depan.
Dalam kerangka jangka pendek, harga dipantau untuk testing level support utama di sekitar 1,1600, dengan level SMA 50-hari di 1,1662 menjadi pintu masuk jika saat ini harga menembusnya. Support berikutnya berada di sekitar 1,1590/1,1595 sesuai dengan pola teknikal yang terlihat di grafik harian.
Sebaliknya, jika EURUSD berhasil bergerak di atas 1,1700, resistance pertama berada di 1,1743 diikuti oleh 1,1769 sebagai rintangan swing. Berdasarkan dinamika tersebut, sinyal agresif diarahkan untuk posisi jual dengan target sekitar 1,1600 dan stop di sekitar 1,1720 untuk memenuhi rasio risiko-imbalan minimal 1:1,5.