EUR/USD sempat menembus level 1.20 dan menarik perhatian pelaku pasar. Pergerakan itu diikuti dengan retracement yang melemahkan sebagian optimisme, mengisyaratkan adanya dinamika konsolidasi di sekitar level tersebut.
Beberapa anggota Dewan Gubernur ECB, seperti Guindos dan Kocher, menyoroti bagaimana level 1.20 bisa menjadi titik yang membuat kebijakan lebih sulit jika euro terus menguat. Komentar mereka memperkuat spekulasi bahwa langkah lebih lanjut bisa diperlukan bila kekuatan mata uang euro berlanjut.
Hasil survei investor menunjukkan pandangan beragam; 34% responden melihat 1.25 sebagai level yang bisa mendorong pemangkasan suku bunga, sedangkan 23% memilih 1.30 sebagai level berikutnya. Sementara 20% berpendapat ECB akan mengabaikan pergerakan kurs, apa pun nilainya.
Harga minyak melaju sekitar 5% di atas asumsi ECB pada Desember 2025 ketika EUR/USD berada di sekitar 1.18–1.20. Kenaikan energi menambah tekanan pada inflasi jangka pendek, sementara dampaknya terhadap disinflasi lebih lanjut masih menjadi topik perdebatan di kalangan analis.
Dalam konteks itu, bank sentral cenderung melihat melalui dampak langsung pergerakan minyak sambil memantau dinamika kurs dan inflasi secara menyeluruh. Para pejabat juga menilai bagaimana perubahan euro dapat mempengaruhi biaya impor dan daya beli rumah tangga.
Oleh karena itu, kebijakan sering kali memperhitungkan faktor eksternal seperti harga energi sambil memperhatikan sinyal pasar terkait ekspektasi suku bunga. Analisis ini menekankan bahwa tren utama akan bergantung pada bagaimana inflasi berkembang dan respons kebijakan mengikuti tekanan tersebut.
Menurut proyeksi tim FX Nomura, EUR/USD diperkirakan naik kembali ke sekitar 1.20 pada akhir tahun. Laporan ini disampaikan oleh Cetro Trading Insight dan memberikan gambaran tentang prospek pasar secara independen. Prospek tersebut memperluas peluang bagi investor untuk mempertimbangkan posisi long dengan evaluasi risiko yang ketat.
Hingga saat ini, EURUSD berada di sekitar 1.18 dan menunjukkan pergerakan volatil yang dipicu oleh pernyataan kebijakan serta perubahan harga energi. Investor perlu memperhatikan data inflasi serta indikasi dari pejabat bank sentral terkait langkah selanjutnya.
Bagi investor, skenario utama adalah mendekati level 1.20 atau lebih tinggi dengan profil risiko terkelola, sambil menyesuaikan ukuran posisi dan level stop loss. Dengan rasio reward yang layak, peluang menuju 1.23 dapat dipertimbangkan asalkan risiko terkontrol dan manajemen modal berjalan efektif.