
EUR/USD menyentuh level rendah multi-minggu sebelum menguat tipis ke sekitar 1.1450. Pelemahan terjadi meski ECB menaikkan suku bunga pertama sejak 2023, dorongan yang dipicu oleh gangguan energi ketimbang kekuatan ekonomi. Pasangan ini tetap terikat pada arah dolar AS secara luas menjelang rilis data penting di AS pekan depan.
Langkah ECB menandakan bahwa kebijakan yang diambil dipicu oleh tekanan energi, bukan pertumbuhan ekonomi zona euro. Bank sentral meningkatkan suku bunga simpanan untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun sambil memangkas proyeksi pertumbuhan dan menaikkan proyeksi inflasi, sebuah sinyal stagflasi yang jelas. Iklim inflasi di zona euro telah mencapai level tertinggi dalam hampir tiga tahun karena kenaikan biaya energi terkait gangguan di Selat Hormuz.
Kendati demikian, perbedaan antara kebijakan yang diambil karena keharusan dan kebijakan yang didasarkan pada kekuatan ekonomi membuat pemulihan euro tertahan. Pasar mata uang menilai perbedaan arah antara ECB dan Federal Reserve saat ini sebagai faktor penentu. Secara umum, EUR/USD cenderung tetap berada di bawah tekanan jangka panjang meskipun ada peluang rebound singkat.
Secara teknikal, EUR/USD membentuk lantai sementara di sekitar 1.1450 setelah rebound dari level terendah. Indikator Stochastic RSI menunjukkan area overbought, menandakan kemungkinan koreksi jangka pendek. Harga juga berada di bawah rata-rata bergerak EMA 50 hari dan EMA 200 hari, yang menguatkan bias bearish dalam kerangka waktu lebih panjang.
Investors menilai bahwa kebijakan ECB yang lebih hawkish tidak berarti euro akan menguat karena dinamika pertumbuhan zona euro yang mengecewakan dan kekuatan dolar yang meningkat. Fed tetap menahan suku bunga pada 3,75% namun dot plot menunjukkan kemungkinan kenaikan di masa depan, sehingga dolar AS menguat ke posisi terdepan. Indeks dolar AS berada di level tertinggi dalam 13 bulan, mencerminkan dominasi dolar terhadap pasangan berisiko seperti EURUSD.
Dalam jangka pendek, ada peluang rebound terbatas menuju sekitar 1.1500 jika tekanan teknikal memudar, tetapi momentum saat ini masih mendukung penurunan. Level resistance utama berada di sekitar 1.1600, tempat EMA 50 dan EMA 200 berinteraksi untuk menahan kenaikan. Asalkan 1.1450 bertahan sebagai lantai, skenario koreksi bisa bergerak ke zona 1.1500; jika lantai itu ditembus, tren turun bisa kembali dominan.
Dinamika ini menandakan euro mungkin tetap tertekan terhadap dolar hingga rilis data AS berikutnya menunjukkan arah ekonomi yang lebih jelas. Pasar juga memperhitungkan dampak gangguan energi dan prospek pertumbuhan zona euro yang lemah terhadap pergerakan mata uang. Rilis PMI flash, GDP kuartal pertama, dan PCE AS menjadi kunci untuk menilai momentum jangka pendek.
Di sisi sinyal trading, artikel ini tidak memberikan rekomendasi beli atau jual yang tegas karena situasinya masih rapuh dan bergantung pada data mendatang. Oleh karena itu, fokus utama sebaiknya pada manajemen risiko, penempatan stop loss yang proporsional, dan pengelolaan ukuran posisi. Trader disarankan untuk memantau level kunci 1.1450 sebagai bantalan dan 1.1500–1.1600 sebagai zona evaluasi.
Kalau data PCE AS mengecekan, EUR/USD bisa lanjut turun menuju 1.1400 atau lebih rendah. Sebaliknya, data AS yang lebih lemah dari ekspektasi bisa memicu koreksi teknikal ke 1.1500–1.1600 sebelum arah tren ditentukan kembali. Secara keseluruhan, fokus pada disiplin trading dan evaluasi risiko tetap menjadi pendekatan yang paling bertanggung jawab.