EUR/USD menguat lebih dari 0,5 persen seiring meningkatnya selera risiko global yang menekan permintaan terhadap dolar AS. Data pertumbuhan AS yang solid tidak cukup untuk menghentikan pergerakan naik pasangan mata uang utama ini karena pasar fokus pada langkah kebijakan The Fed yang diperkirakan tetap tidak berubah pada pertemuan Januari. Sementara itu, notulen ECB menambah keyakinan bahwa inflasi akan kembali ke target, mendukung mata uang euro secara keseluruhan.
Gerakan bullish didorong oleh dinamika politik global yang meredakan ancaman tarif antara AS dan Eropa, sehingga risiko geopolitik berkurang dan sentimen pasar membaik. Dengan demikian, pelaku pasar membangun ekspektasi bahwa laju bunga AS bisa tetap stabil meski ada dorongan untuk pelonggaran jangka menengah. Kondisi ini mendorong euro untuk mempertahankan momentum kenaikannya terhadap dolar.
Hingga saat ini, EUR/USD diperdagangkan sekitar 1,1743 setelah memantul dari level terendah harian di sekitar 1,1670. Data produk domestik bruto AS yang kuat untuk kuartal ketiga 2025 dan pembacaan inflasi yang relatif stabil mengurangi kemungkinan pemotongan suku bunga The Fed pada pertemuan Januari. Secara teknis, investor juga melihat data PMI dan indikator lainnya untuk konfirmasi arah jangka pendek.
Secara teknikal, EUR/USD telah menunjukkan pelepasan dari level support penting dan melanjutkan rebound menuju area resistance dekat 1,1800. Harga telah melewati rata-rata pergerakan 200 hari di sekitar 1,1590, yang menambah sinyal bullish jangka pendek dan memperbesar peluang menuju level 1,1700-an. Indikator RSI menunjukkan akumulasi tenaga pembeli yang menunjukkan potensi lanjutnya penguatan.
Dari sisi nivel, target pertama terlihat di sekitar 1,1807 yang menjadi puncak 24 Desember, diikuti level 1,1850 dan kemudian level siklus tertinggi tahun sebelumnya di sekitar 1,1918. Sementara itu, jika tekanan berbalik, EUR/USD perlu menjaga 1,1700 dan menembus dukungan kunci di SMA 20, 50, serta 100 hari pada sekitar 1,1660–1,1663 untuk mengubah nada pasar. Jika support tersebut tertembus, notional pertahanan terakhir berada di SMA 200 hari yang dekat dengan 1,1650-an.
Prospek teknis menunjukkan EUR/USD berpotensi menantang 1,1800 dalam waktu dekat dengan momentum yang terangkat. Pada saat yang sama, penurunan di bawah 1,1700 dapat membalikkan tren, sementara pergeseran ke atas di atas 1,1918 akan membuka pintu menuju kisaran 1,1800–1,1900. Indikator DXY juga turun sekitar 0,5% ke level 98,29, memperkuat peluang penguatan euro terhadap dolar.
Dengan sentimen risiko yang membaik dan ekspektasi Fed yang tidak berubah pada Januari, skenario bullish EUR/USD menjadi bias utama. Strategi jangka pendek bisa diposisikan long di sekitar 1,1743 dengan target menuju 1,1918, sejalan dengan jalur teknikal yang telah dijelaskan. Investor sebaiknya mempertimbangkan penutupan di atas 1,1800 untuk mengonfirmasi kelanjutan tren naik.
Pengaturan risiko sebaiknya menempatkan stop loss dekat di bawah 1,1695 untuk melindungi terhadap pembalikan mendadak. Rasio risiko/imbalan sebaiknya minimal 1:1,5 dengan potensi keuntungan hingga 1,1918 atau lebih tinggi jika momentum bertahan. Pelaku pasar juga perlu memantau data ekonomi AS seperti PMI dan konsumsi inti (core PCE) untuk konfirmasi arah berikutnya.