EUR/USD menunjukkan rebound di tengah pelemahan luas dolar AS, dengan pasangan diperdagangkan sekitar 1,1742 setelah sebelumnya melemah. Gerak harga dipicu oleh sentimen pasar yang membesar karena data ekonomi AS yang relatif netral meski tidak cukup untuk menguatkan Greenback secara signifikan. Pasar mencoba menentukan arah jangka pendek antara risiko geopolitik dan dinamika kebijakan moneter yang mendasari pergerakan mata uang utama.
Rilis data AS menunjukkan inflasi yang stabil dan pertumbuhan ekonomi yang solid. Indikator PCE inti naik 0,2% secara bulanan dan tidak berubah dari bulan sebelumnya, menambah gambaran bahwa tekanan harga tetap terkendali. PDB Kuartal III yang terannualisasi tumbuh 4,4% melampaui ekspektasi, sementara belanja konsumen inti juga menunjukkan momentum yang cukup kuat.
Secara teknis, pergerakan EUR/USD dipicu oleh hal-hal tersebut, meskipun beberapa faktor fundamental menahan kenaikan lebih lanjut. Dolar, meskipun melemah, tetap berada di panggung sehingga beberapa pedagang mempertanyakan apakah rebound ini bisa bertahan jika data lebih lanjut mengonfirmasi perlunya kebijakan dovish dari Fed. Sisi euro tetap didorong oleh posisi ECB yang menilai inflasi masih berada pada jalur yang tepat dan memperhitungkan opsi kebijakan penuh ke arah manapun.
\
Rilis data terbaru menunjukkan tekanan inflasi tetap terkendali meski adanya peningkatan tipis. Inflasi inti PCE tumbuh 0,2% secara bulanan, sesuai konsensus, sementara laju inflasi tahunan naik menjadi 2,8%. Inflasi headline juga meningkat 0,2% bulan-ke-bulan, sejalan dengan estimasi pasar.
Pertumbuhan ekonomi Amerika memperlihatkan momentum yang solid: PDB Kuartal III ter annualized sebesar 4,4%, melampaui ekspektasi 4,3%. Klaim tunjangan pengangguran awal turun menjadi 200 ribu, lebih rendah dari perkiraan 212 ribu, menunjukkan ketatnya pasar tenaga kerja. Pendapatan pribadi naik 0,3% dan pengeluaran pribadi tetap stabil di 0,5%, menandakan permintaan domestik tetap kuat.
Di sisi kebijakan moneter AS, banyak ekonom memperkirakan tidak ada perubahan suku bunga pada pertemuan 27-28 Januari, dengan peluang pemotongan mulai terlihat pada Juni atau lebih lambat menurut jajak Reuters. Di pasar valuta asing, dolar menunjukkan retracement terbatas, sementara minat terhadap euro mendapatkan dukungan dari pernyataan ECB mengenai inflasi dan pertumbuhan yang lebih tahan banting.
\
| Indikator | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| PCE Inti MoM | 0,2% | Nov |
| PDB Q3 (annualized) | 4,4% | Lebih tinggi dari ekspektasi |
| Pendapatan Pribadi | 0,3% | Naik minor namun didukung pengeluaran |
\
ECB menegaskan bahwa pelonggaran kebijakan tidak menjadi prioritas karena inflasi diperkirakan tetap dalam posisi yang baik dan aktivitas ekonomi zona euro lebih tahan terhadap kejutan. Para pembuat kebijakan menekankan pentingnya menjaga opsi kebijakan fleksibel untuk menghadapi dinamika masa depan. Ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor pengaruh, namun kerangka kerja kebijakan terbuka memberi bank sentral ruang manuver.
Para pembuat kebijakan menegaskan bahwa tidak ada urgensi untuk penyesuaian suku bunga dalam waktu dekat, meskipun data AS mendongkrak optimisme pasar. Perkembangan ini membuat EUR relatif lebih menarik bagi investor jika data Eropa terus membaik, meskipun volatilitas tetap ada akibat dinamika dolar dan kebijakan global.
Ketegangan perdagangan AS-UE tampak mereda setelah pertemuan yang dianggap sangat produktif dan kesepakatan kerangka kerja di arktik serta Greenland. Dengan sentimen pasar yang membaik, EURUSD berpotensi menguat lebih lanjut jika ekonomi Eropa terus menunjukkan kekuatan dan prospek inflasi tetap terkendali.