Data PMI S&P Global menunjukkan PMI Gabungan pendahuluan naik menjadi 52,8 pada Januari, sedangkan PMI Manufaktur meningkat menjadi 51,9 dan PMI Jasa 52,5. Walaupun angka-angka tersebut menunjukkan pertumbuhan, kecepatan di sektor manufaktur dan jasa tidak terlalu kuat dibandingkan ekspektasi. Kondisi ini menjaga dolar AS dalam posisi defensif karena pertumbuhan ekonomi masih berhadapan dengan ketidakpastian global.
Analisis ahli memperingatkan potensi risiko bahwa pertumbuhan kuartal pertama bisa mengecewakan jika laju aktivitas bisnis terus melambat. S&P Global menyoroti bahwa lemah pada sektor manufaktur dan jasa meningkatkan risiko pertumbuhan PDB kuartalan bisa mengecewakan. Investor juga menilai bahwa dinamika kebijakan moneter dapat menambah volatilitas di pasar FX.
Di sisi lain, fokus pasar beralih ke kebijakan moneter The Fed, dengan ekspektasi bahwa pembuat kebijakan akan mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50-3,75% menjelang pertemuan FOMC. Penentuan arah kebijakan yang tidak berubah memungkinkan pergerakan jangka pendek di pasangan USD terhadap mata uang utama lainnya. Secara umum, narasi defensif dolar tetap ada meski data ekonomi beragam.
PMI Gabungan pendahuluan zona euro tercatat 51,5 pada Januari, sedikit di bawah ekspektasi dan tidak berubah dari Desember. Perkembangan tersebut menunjukkan momentum pemulihan yang terfragmentasi di wilayah tersebut. Kondisi ini memberikan dukungan terbatas bagi euro terhadap dolar.
PMI Manufaktur zona euro naik menjadi 49,4 dari 48,8, mengalahkan prakiraan 49,0, menunjukkan peningkatan aktivitas di sektor produksi. Namun PMI Jasa turun menjadi 51,9 dari 52,4, melewati ekspektasi 52,8 dan menambah hambatan pada pergerakan euro. Ketidakseimbangan data ini menekankan bahwa pertumbuhan zona euro tetap bergantung pada dinamika sektor jasa.
Secara keseluruhan, data yang beragam menimbulkan risiko bahwa pertumbuhan kuartal pertama di zona euro bisa tetap datar atau menuju keterkenduran relatif. Investor menilai bahwa langkah kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) bisa tetap berhati-hati sambil menunggu indikasi lebih lanjut. Ketidakpastian tersebut mendorong perdagangan EURUSD menjadi lebih berhati-hati di sekitar level 1,17–1,18.
Dengan EURUSD mendekati level 1,1750, peluang untuk mengambil posisi long EUR terhadap USD muncul jika momentum teknikal didukung oleh data yang tidak mengejutkan. Secara teknikal, pasangan ini menunjukkan konsolidasi di sekitar level kunci tanpa arah yang jelas. Trader perlu memantau perkembangan data AS dan komentar kebijakan Fed untuk konfirmasi arah.
Sinyal ini bersifat fundamental karena didorong oleh ekspektasi FED, pelemahan dolar, dan reaksi pasar terhadap data PMI. Faktor eksternal seperti laporan pendapatan bank-bank besar dan spekulasi atas langkah ECB juga bisa mempengaruhi pergerakan. Namun, jika data AS tetap campur aduk, peluang upside tetap relevan bagi EURUSD.
Rencana perdagangan: buka posisi beli EURUSD dengan open 1,1750, target TP 1,1785, dan stop loss 1,1727, sehingga rasio risiko-imbalan sekitar 1,5:1. Disiplin manajemen risiko diperlukan jika volatilitas meningkat menjelang rilis data penting. Pemantauan rencana keluar (exit) juga penting untuk mengunci keuntungan jika harga bergerak cepat berlawanan arah.