EUR/USD Stabil di Sekitar 1.1770 Menanti Data AS: Tekanan Kepemimpinan ECB dan Reaksi Pasar

EUR/USD Stabil di Sekitar 1.1770 Menanti Data AS: Tekanan Kepemimpinan ECB dan Reaksi Pasar

trading sekarang

EUR/USD diperdagangkan mendekati level 1.1770 pada sesi Asia awal, menandai fase netral setelah beberapa tekanan pekan ini. Pasar menahan arah sambil menunggu sinyal baru dari rilis data penting, yakni GDP Q4 dan PCE inflasi AS. Ketidakpastian terhadap arah pergerakan membuat pelaku pasar lebih berhati-hati dalam membuka posisi baru.

Pergerakan di sekitar 1.1770 menunjukkan pasar mencoba menilai dampak data ritel dan inflasi AS terhadap rekomendasi kebijakan bank sentral utama. Investor juga menimbang potensi respons Fed jika data menunjukkan kekuatan berkelanjutan dalam pasar tenaga kerja dan inflasi. Secara teknikal, level ini tetap signifikan sebagai penentu arah jangka pendek terhadap EURUSD.

Menurut Cetro Trading Insight, proyeksi pasar tetap menyeimbangkan antara retorika kebijakan Fed dan dinamika ekonomi di Zona Euro. Sinyal teknikal tidak menunjukkan peluang jelas untuk pembalikan besar saat ini, sehingga fokus utama tetap pada data AS dan faktor eksternal lain yang dapat mengubah risiko mata uang kedua negara.

Kepemimpinan ECB menjadi fokus utama pelaku pasar karena kebijakan moneter kawasan euro sangat bergantung pada arah Presiden ECB. Ketidakpastian mengenai masa jabatan dan kandidat penerus menciptakan volatilitas tambahan di pasar valuta asing. Investor cenderung menimbang bagaimana tekanan politik di Eropa bisa mempengaruhi keputusan suku bunga dan komponen kebijakan lainnya.

Media Financial Times melaporkan bahwa Presiden ECB Christine Lagarde diperkirakan akan meninggalkan posnya sebelum akhir masa jabatan delapan tahun. Pembicaraan mengenai pengisian posisi tersebut bisa memicu dinamika baru seiring upaya Merz dan Macron dalam menentukan penerusnya sebelum pemilu 2027. Kabar ini memicu reaksi pasar terkait potensi perubahan komposisi kebijakan pada periode mendatang.

Meski demikian, sejumlah analis mencatat bahwa spekulasi kepemimpinan ECB menahan potensi apresiasi euro. Di sisi lain, data PMI prelim Eurozone dan Jerman yang akan dirilis memberikan gambaran mengenai momentum ekonomi. Ketidakpastian ini berperan sebagai penghambat pergerakan EURUSD yang lebih signifikan dalam jangka pendek.

Data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan menambah tekanan bagi euro karena menguatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Sementara itu, notulen FOMC menunjukkan sikap yang lebih hawkish terkait inflasi yang tetap di atas target. Kombinasi ini memberi sentimen positif bagi dolar AS terhadap pasangan utama, termasuk EURUSD.

Para pejabat Fed juga menekankan bahwa kebijakan akan menimbang risiko inflasi serta arah kebijakan ke depan, dengan potensi langkah berbeda jika inflasi melunak. Pasar menunggu data GDP Q4 dan PCE untuk menilai kekuatan ekonomi AS. Dalam konteks euro, berita tersebut bisa memicu volatilitas jika pergerakan data menimbulkan ekspektasi perubahan suku bunga yang tidak terduga.

Untuk trader, dinamika ini menuntut kehati-hatian karena hasil data bisa mengubah arah dalam hitungan jam. Meskipun demikian, paparan PMI Eropa dan Jerman tetap relevan untuk menilai momentum kawasan euro. Secara keseluruhan, rekomendasi trading pada saat ini tidak bisa disimpulkan hanya dari satu rilis data, sehingga sinyal jelas tidak diberikan.

broker terbaik indonesia