NZD/USD melemah mendekati 0.5960 pada sesi Asia awal Jumat setelah Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) mempertahankan Official Cash Rate (OCR) dalam pertemuan kebijakan terakhir. Langkah ini dipandang dovish karena menjaga jalur kebijakan tetap longgar untuk saat ini. Gubernur baru Anna Breman menegaskan bahwa jalur menuju inflasi 2% tidak lurus, meskipun proyeksi inflasi diperkirakan kembali ke target pada kuartal pertama tahun ini.
Para analis menilai bahwa narasi yang dihadirkan Breman menandakan inflasi akan kembali ke target pada kuartal pertama, meskipun jalurnya tetap berliku. Bank sentral tetap menahan kebijakan yang lebih longgar, membuat Kiwi cenderung kehilangan daya tariknya terhadap USD dalam jangka pendek. Secara teknis, tekanan jual pada pasangan NZDUSD kemungkinan tetap berlanjut sampai data ekonomi di AS memberi sinyal yang lebih jelas.
Di sisi data AS, pelaku pasar menanti rilis GDP Q4 dan PCE yang akan membentuk arah dolar. Jika laporan itu mengecewakan, peluang bagi USD untuk melemah bisa muncul dan membatasi penurunan lebih lanjut pada NZDUSD. Sementara itu, level sekitar 0.5960 tetap menjadi acuan krusial, dengan potensi penembusan ke bawah jika sentimen pasar tegang.
Data awal AS menunjukkan klaim pengangguran baru turun menjadi 206 ribu untuk minggu yang berakhir 14 Februari, lebih rendah dari estimasi 225 ribu. Angka tersebut menegaskan bahwa pasar tenaga kerja tetap sangat ketat. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve bisa mempertahankan sikap kebijakan yang lebih restriktif dalam beberapa waktu ke depan.
Selain itu, fokus pasar diarahkan pada pembacaan GDP Q4 dan data belanja konsumsi pribadi (PCE) pribadi. Hasilnya akan memberi gambaran apakah ekonomi AS masih tumbuh meski ada tekanan inflasi. Ketidakpastian seputar angka-angka itu membuat pergerakan dolar cenderung volatil. Jika data datang lebih lemah dari ekspektasi, USD bisa kehilangan tenaga dan membatasi penurunan untuk pasangan NZDUSD.
Di sisi kebijakan moneter, minutes rapat Federal Reserve menunjukkan sikap hawkish yang memberikan dukungan bagi Greenback. Pasar menilai bahwa laporan ekonomi yang solid bisa menjaga suku bunga tetap lebih tinggi untuk lebih lama. Namun jika data ekonomi utama mengecewakan, arah dolar bisa berbalik dan melindungi NZDUSD dari penurunan lebih lanjut.
Berdasarkan kombinasi kebijakan RBNZ yang dovish dan tekanan dari data AS, bias jangka pendek untuk NZDUSD cenderung turun. Dolar AS yang bisa tetap kuat jika data kerja dan rilis GDP/PCE kuat memberikan sentimen bearish bagi Kiwi. Secara teknikal, chart menunjukkan tekanan menuju level support sekitar 0.5880 adalah skenario utama jika sentimen tetap negatif.
Sinyal perdagangan: jual NZDUSD dengan open di 0.5960, target keuntungan di 0.5880, dan stop loss di 0.5995. Rasio risiko-imbalan sekitar 2.29:1, memenuhi target minimal 1:1.5 untuk eksposur yang lebih terkendali. Pastikan volatilitas terkait rilis data AS berikutnya.
Perdagangan berisiko karena data AS dan pernyataan kebijakan bisa berubah dengan cepat. Gunakan ukuran posisi yang tepat dan patuhi level stop. Pemain pasar disarankan memonitor laporan GDP Q4 dan PCE, serta komentar terbaru dari pejabat bank sentral untuk mengubah rencana jika diperlukan.