AUD/USD gagal menindaklanjuti bounce kemarin karena dolar AS kembali menguat. Pergerakan pasangan ini berada sekitar 0.7035, mendekati level terendah hampir dua minggu. Faktor utama yang mendorong pergerakan ini adalah pergeseran ekspektasi pemotongan suku bunga Fed dan mood risiko yang lebih ringan, sehingga momentum bullish pada AUD tersendat.
Sesi Asia menunjukkan tekanan jual yang berlanjut, membuat AUD berada di wilayah rawan turun. Level teknikal sekitar 0.7035 menjadi fokus utama, meskipun potensi pergerakan lebih lanjut masih bergantung pada data AS yang akan datang. Di saat yang sama, pembacaan awal S&P Global Manufacturing PMI Australia menunjukkan 51.5 pada Februari, turun dari 52.3 sebelumnya, menambah risiko bagi AUD.
Secara teknikal, pullback dari sekitar area 0.7100 menjadi sinyal yang perlu konfirmasi lebih lanjut. Trader menunggu sinyal jual kuat sebelum menyusun posisi baru, karena sentimen risk-off bisa menjaga dolar tetap kuat. Jika data AS memperburuk sentimen, pasangan bisa menembus ke wilayah lebih rendah; sebaliknya, kejutan positif pada data bisa memicu rebound di atas 0.7100.
Dolar AS menguat secara luas karena berkurangnya harapan atas pemotongan suku bunga Fed serta risiko yang lebih rendah secara umum. Ketika ekspektasi pelonggaran menurun, permintaan terhadap dolar cenderung naik sebagai aset lindung nilai dan penyesuaian portofolio global.
Minutes FOMC yang cenderung hawkish mengurangi peluang tiga potongan pada 2026, sehingga menambah kekuatan dolar. Ketidakpastian seputar NFP terbaru dan data PMI AS juga membuat investor menilai arah jangka pendek untuk dolar serta aset-aset berisiko.
Walau begitu, pasar masih menilai potensi pelonggaran biaya pinjaman tahun ini, meskipun ada perbedaan pandangan dengan sikap RBA yang masih hawkish. Perbedaan kebijakan antara kedua bank sentral menjaga dinamika AUDUSD tetap relevan dan berisiko tinggi bagi pergerakannya dalam beberapa minggu ke depan.
Investor fokus pada rilis Advance US Q4 GDP dan US Personal Consumption Expenditure (PCE) Price Index, karena data ini adalah kunci untuk menentukan jalur kebijakan Fed dan arah dolar secara umum. Data GDP yang lebih lemah atau kuat bisa mengubah ekspektasi suku bunga dan dinamika mata uang secara signifikan.
Selain itu, pembacaan flash US PMIs akan menjadi sinyal penting bagi peluang trading jangka pendek menuju akhir pekan. Data PCE, sebagai inflasi favorit bank sentral, akan mempengaruhi ekspektasi pasar terhadap langkah kebijakan Selanjutnya dan arah USD secara langsung.
Strategi yang layak adalah menunggu konfirmasi sebelum mengambil posisi. Jika data AS memperkuat USD, AUDUSD bisa turun lebih lanjut; jika ada kejutan positif pada data, AUD bisa berpotensi rebound. Risiko-imbalan yang layak dipertimbangkan minimal 1:1.5 jika posisi diambil, sesuai dengan profil risiko perdagangan.