EUR/USD bergerak datar karena dolar AS menguat membatasi momentum kenaikan pasangan mata uang tersebut. Setelah The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan terakhir, pasar menilai langkah kebijakan tetap data-dependent. Saat ini pasangan diperdagangkan sekitar 1.1952, mendekati level tertinggi dalam lebih dari empat tahun yang terjadi di awal pekan.
Dolar sempat melemah ke level terendah sejak 2022 karena investor menilai risiko jangka panjang terkait kebijakan perdagangan dan dinamika Federal Reserve. Meski sentimen berbalik, dolar menunjukkan tanda-tanda stabil setelah kebijakan moneter AS dinilai cukup hati-hati dan tergantung pada data yang akan datang.
Secara umum, fokus pasar mulai beralih ke data ekonomi berikutnya dan prospek kebijakan, meskipun tren utama EURUSD menunjukkan bias ke arah perbaikan jika yield berbeda terus mendukung euro di atas dolar.
Apresiasi tajam euro telah menarik perhatian pejabat ECB. Kenaikan nilai tukar mata uang tunggal dapat menambah tekanan pada inflasi dan membatasi ruang kebijakan bagi bank sentral, meskipun beberapa pejabat menekankan bahwa fokus kebijakan tetap pada jalur mandat.
Gubernur bank sentral Austria dan anggota Dewan Gubernur ECB menegaskan bahwa jika euro terus menguat untuk periode yang lebih panjang, respons kebijakan bisa dipertimbangkan. Rembugan ini menekankan bahwa tindakan bukan untuk menargetkan nilai tukar, melainkan untuk menjaga inflasi dalam kisaran target.
Pasar derivatif jangka pendek mencerminkan ekspektasi pelonggaran, dengan Overnight Index Swaps menunjukkan peluang pemotongan suku bunga pada pertemuan September sekitar seperempat, meski pasar masih melihat kebijakan utama tidak berubah pada pertemuan mendatang.
Rilis data ekonomi utama dipantau ketat pasar untuk mengarahkan arah EUR/USD. Fokus utama minggu ini adalah produk domestik bruto pendahuluan zona euro kuartal IV serta tingkat pengangguran, diikuti rilis Indeks Harga Produsen AS yang akan memicu reaksi pasar selanjutnya.
Data tersebut berperan penting dalam mengukur momentum pemulihan ekonomi di wilayah euro dan risiko volatilitas di pasar valuta asing. Trader juga menilai bagaimana respons kebijakan moneter kedua bank sentral dapat membentuk volatilitas jangka menengah.
Secara keseluruhan, pergerakan EUR/USD tetap bergantung pada data ekonomi dan dinamika kebijakan. Skenario pasar tetap sensitif terhadap perubahan risiko, meskipun tren jangka menengah terlihat mendukung perbaikan pasangan tersebut.