EUR/USD Terseret di Tengah Rhetoric Fed dan Data AS Lemah

EUR/USD Terseret di Tengah Rhetoric Fed dan Data AS Lemah

Signal EUR/USDSELL
Open1.190
TP1.168
SL1.201
trading sekarang

EUR/USD melemah seiring Federal Reserve yang menjaga bahasa hawkish menahan harapan pemangkasan suku bunga. Meski data ekonomi AS menunjukkan beban konsumen meningkat, para pejabat Fed tetap mempertahankan sikap tegas. Sementara itu, ECB mempertahankan kebijakan relatif stabil sehingga perbedaan kebijakan menjadi faktor utama dalam dinamika pasangan mata uang ini. Laporan ini disampaikan oleh Cetro Trading Insight dan menyoroti bagaimana pergeseran sinyal kebijakan dapat mendorong volatilitas jangka pendek.

Data ritel AS Desember menunjukkan kontraksi kecil dengan pertumbuhan 0% secara bulanan, meleset dari estimasi 0,4%. Employment Cost Index untuk kuartal terakhir 2025 naik 0,7% QoQ, lebih rendah dari periode sebelumnya dan juga proyeksi pasar. Kondisi ini menambah gambaran bahwa pasar tenaga kerja menunjukkan slack meskipun konsumsi rumah tangga tetap menjadi fokus tekanan inflasi. Pasar menilai bahwa kebijakan moneter kedua bank sentral akan tetap menahan di sela-sela antara kehati-hatian dan ekspektasi pelonggaran di masa depan.

Secara teknikal, EUR/USD terlihat dalam tren netral dengan momentum yang melemah setelah mencapai puncak tahunan. Pasangan diperdagangkan sekitar 1,1895 setelah menyentuh tertinggi harian 1,1928. Level 1,1850 menjadi kajian kunci; jika dilampaui ke bawah, berikutnya ada 1,1800 dan 1,1765 sebagai level support. Adapun, 100-day SMA di sekitar 1,1681 dan 200-day SMA di 1,1625 menambah gambaran risiko jika pasar berbalik arah. RSI juga menunjukkan pelemahan momentum, menandakan potensi penurunan jika harga tetap berada di bawah level kunci.

Data ekonomi AS yang dirilis menunjukkan tekanan pada konsumen dan pasar tenaga kerja. Retail Sales Desember tidak berubah dibanding bulan sebelumnya, menambah kekhawatiran atas kemampuan belanja rumah tangga. Sementara itu, ECI menunjukkan kenaikan yang lebih moderat daripada ekspektasi, menandakan bahwa tekanan biaya tidak sepenuhnya mereda. Kombinasi data ini menjaga volatilitas di pasar FX tetap tinggi.

Beberapa pejabat Fed mempertegas sikap mereka terhadap kemungkinan pelonggaran. Lorie Logan dari Dallas Fed menilai kebijakan masih netral sambil menyoroti risiko inflasi yang condong ke atas. Beth Hammack dari Cleveland Fed menekankan perlunya mencapai target inflasi 2% sebelum perubahan kebijakan dilakukan. Di saat yang sama, perbedaan kebijakan antara Fed dan ECB mendukung pandangan bahwa harga mata uang akan tetap sensitif terhadap berita kebijakan.

Pelaku pasar memantau data Nonfarm Payrolls, tingkat pengangguran, dan komentar pejabat Fed untuk petunjuk arah. Sementara pasar belum melihat sinyal jelas, fokusnya cenderung berada pada perubahan risiko di minggu-minggu ke depan. Secara umum, pendekatan teknikal saat ini mengindikasikan peluang untuk trading dalam kisaran hingga terobosan tergantung katalis baru yang datang.

Di sisi Eropa, Presiden ECB Christine Lagarde menyatakan kepercayaan bahwa inflasi di blok akan stabil di sekitar 2% dalam jangka menengah. Kebijakan ECB dinilai cenderung stabil, sehingga pergerakan EUR/USD diperkirakan berada dalam kisaran meskipun lingkup risiko menanti konfirmasi data. Perbedaan sinyal ini menambah peluang bahwa euro dapat menguat jika ekspektasi pasar terhadap langkah ECB di masa depan berubah.

Selain itu, pasar keuangan menilai bahwa hampir 60 basis poin pengurangan suku bunga AS telah tercermin dalam harga pasar, sementara ECB diperkirakan menahan suku bunga sepanjang tahun ini. Perubahan kebijakan yang lebih besar masih terlihat tipis, karena langkah ECB tampak lebih berhati-hati ketimbang Fed. Dalam konteks ini, para traders mempertimbangkan bahwa EURUSD akan bergerak dalam kisaran, dengan fokus pada test lebih lanjut terhadap level 1,1900 dan dukungan utama di sekitar 1,1800.

Analisis teknikal menunjukkan bahwa jika harga menembus 1,1850 ke bawah, peluang penurunan menuju 1,1800, 1,1765, dan kemudian 1,1681 meningkat. Sebaliknya, jika euro mampu menahan di atas 1,1850, potensi rebound menuju 1,1920–1,1950 dapat muncul tergantung data ekonomi selanjutnya. Pasar menantikan pidato pejabat Fed dan rilis data tanggal 12 Februari untuk menyisir arah berikutnya.

broker terbaik indonesia