EUR/USD Tertekan Data AS Kuat dan Imbal Hasil Naik; Analisa Teknis Mengindikasikan Bias Bearish

EUR/USD Tertekan Data AS Kuat dan Imbal Hasil Naik; Analisa Teknis Mengindikasikan Bias Bearish

Signal EUR/USDSELL
Open1.160
TP1.139
SL1.168
trading sekarang

EUR/USD melemah karena klaim pengangguran AS yang kuat dan lonjakan inflasi di sektor manufaktur, faktor-faktor yang mendukung kenaikan imbal hasil Treasury dan menekan greenback. Pergerakan ini mencerminkan ketidakpastian mengenai arah kebijakan The Fed, meskipun adanya beberapa data yang masih mendukung prospek perekonomian Amerika. Secara umum, tekanan harga berada pada sisi penawaran meskipan euro menerima beberapa unsur dukungan dari dinamika inflasi Jerman yang mendekati target 2% ECB.

Kondisi pasar juga menunjukkan pasar menilai pengurangan langkah pelonggaran Fed bukan prioritas utama dalam jangka pendek, mengingat ketidakpastian politik terkait calon Ketua Fed berikutnya. Investor mengalihkan fokus ke data adalah klaim pekerjaan dan data inflasi yang bisa membentuk jalur kebijakan. Di sisi lain, dolar AS sempat menguat meski beberapa sesi sebelumnya menunjukkan retracement terhadap mata uang utama lainnya.

Secara keseluruhan, euro terdorong turun setelah rilis data AS yang solid sepanjang minggu berjalan, sementara indeks dolar (DXY) mengalami kenaikan minor. Inflasi Jerman yang kembali menemui jalur 2% turut memberi dukungan teknis bagi euro, meskipun momentum mayoritas tetap cenderung melemah jika dibandingkan dengan dolar AS yang sedang mendapatkan dorongan dari lonjakan imbal hasil.

Faktor Fundamental yang Mempengaruhi Pasangan EURUSD

Secara fundamental, data tenaga kerja AS tetap menjadi penentu utama pergerakan pasangan ini. Nonfarm Payrolls yang solid dan tingkat pengangguran turun menjadi 4,4% memberikan gambaran pasar kerja yang tahan banting. Kondisi ini berpotensi memperkuat argumen untuk pengetatan kebijakan Federal Reserve dibandingkan pelonggaran lebih lanjut.

Selain itu, imbal hasil obligasi AS melonjak, khususnya pada tenor 10 tahun, ketika investor menimbang risiko kebijakan fiskal dan moneter ke depan. Pergerakan imbal hasil yang lebih tinggi cenderung mengangkat biaya pinjaman dan memperkuat dolar, yang pada akhirnya menekan pasangan EURUSD lebih lanjut.

Para pejabat Federal Reserve juga menjadi faktor penting. Beberapa menyatakan sikap kebijakan yang berada pada posisi yang tepat, sementara yang lain menyoroti perlunya kehati-hatian terhadap prospek pekerjaan serta risiko di pasar tenaga kerja. Komentar semacam ini memperkuat keragu-raguan tentang timing pelonggaran dan mendukung pergerakan dolar yang lebih kuat dalam jangka pendek.

Gambaran Teknis dan Level Kunci

Dari sisi teknis, EUR/USD bergerak turun di bawah level 1,1600, mencatat rendah sekitar 1,1593 sebelum mencoba rebound. Indikator RSI berada di bawah 50, menunjukkan dominasi tekanan jual meskipun ada upaya stabilisasi di sekitar 1,16. Titik balik selanjutnya akan sangat bergantung pada bagaimana harga menutup di level 1,1582 (SMA 200-hari).

Level resistensi utama berada di sekitar 1,1650 dan zona 1,1700–1,1750. Jika harga mampu menembus di atas 1,1650 secara berkelanjutan, peluang untuk rebound terbuka dan target jangka pendeknya menuju 1,1700–1,1750. Namun, jika penurunan berlanjut di bawah 1,1582, tren bearish dapat berlanjut menuju 1,1500 sebelum mencapai level 1,1391 yang disebutkan sebagai target lebih dalam.

Rencana perdagangan berdasarkan analisa teknikal mengarah pada posisi jual dengan pembukaan sekitar 1,1599. Titik ambang risiko berada di 1,1680, sementara target keuntungan berada di 1,1391. Rasio risiko/imbalan sekitar 2,5:1, sesuai dengan ekspektasi bahwa level 1,1391 bisa tercapai jika tekanan jual berlanjut dan penembusan 1,1582 terwujud.

broker terbaik indonesia