EUR/USD Tertekan di Bawah 1.1850 Menjelang Data AS dan Prospek ECB

EUR/USD Tertekan di Bawah 1.1850 Menjelang Data AS dan Prospek ECB

trading sekarang

EUR/USD tetap tertekan di bawah level 1.1850, melanjutkan tren turun dari puncak minggu lalu di 1.1925. Upaya pemulihan sejak mencapai level rendah satu minggu di 1.1828 belum mampu menembus garis resistance 1.1850. Pergerakan pasangan ini memperlihatkan dominasi tekanan jual di pasar forex jangka pendek.

Data ZEW untuk Jerman dan sentimen zona euro menjadi faktor utama yang membatasi pergerakan euro. Angka ZEW untuk Februari menunjukkan penurunan menjadi 58.3 dari 59.6 pada Januari, dan berada di bawah ekspektasi sekitar 65.0. Sementara itu, indeks sentimen ekonomi zona euro turun menjadi 39.4 dari 40.8, menambah nuansa pesimis bagi mata uang tunggal.

Investors memantau langkah bank sentral AS dan data ekonomi AS yang akan dirilis. Dolar AS tetap menunjukkan bias positif moderat di tengah volume perdagangan yang tipis karena pasar rehat akhir pekan. Fokus pasar minggu ini adalah rilis data potensi kunci seperti hasil pertemuan Fed, produk domestik bruto, serta inflasi melalui angka PCE, yang berpotensi mengubah arah pasangan EURUSD.

Analisis ZEW Februari menunjukkan sentimen investor terhadap perekonomian Jerman melemah meski berada di wilayah menengah. Nilai 58.3 turun dari 59.6 pada Januari dan berada di bawah ekspektasi pasar sekitar 65.0, mengisyaratkan keraguan seputar momentum pemulihan.

Data yang dirilis juga menunjukkan bahwa kinerja nyata ekonomi zona euro masih tertahan. Indeks Sentimen Ekonomi Zona Euro turun menjadi 39.4 pada Februari dari 40.8, bertentangan dengan harapan menuju perbaikan ke 45.2. Tekanan ini menambah narasi bahwa volatilitas kebijakan ECB masih tinggi di tengah tekanan harga dan pertumbuhan yang melambat.

Di sisi inflasi, HICP Jerman Januari melaporkan deflasi 0.1% MoM untuk bulan kedua berturut-turut, dengan inflasi YoY sebesar 2.1%, tidak berubah sejak Desember. Data ini memperkuat potensi langkah pelonggaran kebijakan ECB dalam beberapa kuartal mendatang.

USD menunjukkan bias bullish moderat dengan volume perdagangan yang tipis, karena pasar menunggu rilis data AS yang akan datang. Pasangan EURUSD cenderung tergerak oleh pergerakan dolar, sehingga volatilitasnya bisa meningkat jika data mengejutkan. Pelaku pasar disarankan memperhatikan perkembangan likuiditas yang dapat memicu pergerakan signifikan di sesi AS.

Fokus utama minggu ini adalah Empire State Manufacturing Index yang akan dirilis, yang dapat memberi petunjuk tentang momentum manufaktur regional dan kekuatan ekonomi AS secara lebih luas. Jika indeks menunjukkan perbaikan, dolar bisa menguat lebih lanjut terhadap euro; jika sebaliknya, ada ruang bagi euro untuk memperbaiki beberapa kerugian.

Para pelaku pasar menanti rilis risalah pertemuan Federal Reserve serta data GDP dan inflasi PCE yang dirilis di akhir pekan. Hasilnya berpotensi menggeser ekspektasi kebijakan moneter dan volatilitas pasangan EURUSD. Menurut Cetro Trading Insight, risk-reward dalam skenario pasar saat ini disarankan menjaga rasio minimal 1:1.5, dengan manajemen risiko yang ketat.

broker terbaik indonesia