USDJPY mengawali pekan dengan pergerakan yang terbatas, masih berada di kisaran 152.70 hingga 153.70 setelah reversal dari level 153.70. Pergerakan mayoritas mata uang utama juga cenderung datar karena volume perdagangan yang tipis menjelang libur Tahun Baru Lunar. Para pelaku pasar menunggu rilis data utama Amerika Serikat yakni GDP dan PCE Inflation sebelum membuat langkah berikutnya.
Selama sesi Asia, pasangan ini mencoba bertahan di sekitar area 153.00 meskipun sempat turun ke 152.70. Rebound terlihat terbatas pada seputaran 153.00 saat penulisan ini, menandakan resistensi di sekitar 153.70 masih relevan. Kondisi likuiditas rendah dan fokus pada data AS menjelaskan dinamika gerak yang sangat terbatasi.
Secara teknikal, pasar menunjukkan dominasi rentang dengan risiko break yang belum jelas. Banyak pasangan utama bergerak sideways di awal pekan karena likuiditas yang rendah. Aktivitas pasar terlihat menahan arahnya karena investor sedang menunggu konfirmasi dari rilis data ekonomi. Analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Data Jepang yang baru dirilis menyiratkan perlambatan ekonomi, dengan GDP Q4 tumbuh 0.1% QoQ setelah kontraksi 0.7% di kuartal sebelumnya. Secara YoY, pertumbuhan hanya 0.2%, jauh di bawah ekspektasi sekitar 1.6%. Reaksi terhadap yen lalu tertekan secara luas, mendorong USDJPY untuk mempertahankan posisi lebih kuat secara umum.
Pasar juga menyoroti bahwa pasangan gagal menembus batas atas kisaran beberapa hari terakhir di sekitar 153.70, meskipun data Jepang merosot. Sinyal dari pasar lebih banyak bergantung pada ritme kebijakan moneter AS dan komentar pejabat Federal Reserve. Investor memantau Minutes dari pertemuan Fed untuk memberikan arah terkait GDP dan PCE yang akan dirilis pekan ini.
Selain data Jepang, fokus utama pekan ini adalah data AS, termasuk Indeks Empire State Manufacturing dan rilis GDP serta indeks harga PCE. Output data ini berpotensi memperkuat atau mengubah sentimen terhadap dolar AS dan ekspektasi kebijakan moneter. Ketidakpastian ini mendorong status quo di pasar, dengan penekanan pada manajemen risiko dan posisi netral selama beberapa sesi ke depan.
Dengan fokus utama pada data AS dan kebijakan moneter, volatilitas USDJPY diperkirakan tetap moderat hingga adanya kejutan data. Investor cenderung menahan posisi karena arah jangka pendek sangat sensitif terhadap laporan ekonomi yang akan datang. Dalam situasi seperti ini, kehati-hatian dan pembatasan ukuran posisi menjadi kunci manajemen risiko.
Likuiditas yang lebih rendah karena libur membuat pergerakan lebih lambat, sehingga sulit untuk memanfaatkan peluang breakout. Trader dianjurkan menilai risiko secara ketat serta menjaga rencana entry dan exit yang jelas. Karena tidak ada sinyal jelas dari data teknikal maupun fundamental, strategi trading yang agresif sebaiknya dihindari.
Beberapa skenario utama tetap memungkinkan: jika data AS memicu dorongan pada dolar, pasangan bisa berfluktuasi menuju kisaran atas sekitar 153.70, sedangkan jika data tidak mengejutkan, perdagangan cenderung tetap terbatas di kisaran saat ini. Namun, untuk saat ini, analisis menyarankan posisi netral dengan rasio risiko-keuntungan minimal 1:1.5 jika ada peluang breakout yang terkonfirmasi, bukan sebelum ada konfirmasi.