BNI Dorong Ekonomi Sirkular melalui DropBox Sampah Kertas di Lingkungan Perkantoran

BNI Dorong Ekonomi Sirkular melalui DropBox Sampah Kertas di Lingkungan Perkantoran

trading sekarang

BNI meluncurkan program DropBox Sampah Kertas untuk memperkuat komitmen keberlanjutan di lingkungan perkantoran. Inisiatif ini menandai babak baru dalam pengelolaan limbah kantor yang lebih bertanggung jawab. Grha BNI di Dukuh Atas dan Menara BNI di Pejompongan menjadi lokasi pelaksanaan yang menjadi contoh nyata bagi praktik ramah lingkungan.

Program ini dirancang untuk mendorong karyawan dan komunitas sekitar membedakan dan mengelola limbah kertas dengan benar. Tujuannya agar limbah tidak lagi berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) dan mampu didaur ulang. Proses ini juga didukung oleh fasilitas dropbox yang mudah diakses di dua lokasi kantor BNI.

Keterlibatan BNI dalam inisiatif ini adalah bagian dari komitmen berkelanjutan yang lebih luas dan konsisten. Kepala Sekretaris Perusahaan Okki Rushartomo menegaskan bahwa program ini adalah langkah nyata untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional. Selain itu, Cetro Trading Insight, platform berita ekonomi kami, menilai langkah ini sebagai contoh nyata bagaimana ESG bisa diintegrasikan ke strategi bisnis. Langkah ini juga diharapkan bisa direplikasi oleh unit lain.

BNI Ventures terlibat secara aktif sebagai bagian dari peran strategis dalam mendorong solusi inovatif berbasis keberlanjutan di lingkungan BNI Group. Peran tersebut mencerminkan komitmen untuk membangun ekosistem yang menyatukan korporasi dengan startup yang fokus pada ramah lingkungan. Keterlibatan ini menjadi contoh nyata bagaimana divisi investasi internal bisa mempercepat adopsi praktik berkelanjutan.

Program ini bekerja sama dengan PaperPods, startup yang memperkenalkan dropbox kertas berbasis sirkularitas pertama di Indonesia. Solusi tersebut memungkinkan korporasi menyalurkan limbah kertas untuk didaur ulang secara handmade oleh perajin perempuan senior. Skema ini juga memberdayakan komunitas sekitar melalui peluang ekonomi mikro.

Seluruh proses pengelolaan limbah dilengkapi sistem pelacakan digital untuk mengukur dampak lingkungan secara transparan. Dengan sistem ini, jumlah kertas yang berhasil dialihkan dari TPA, estimasi emisi karbon yang dihindari, dan jumlah pohon yang terselamatkan bisa dipantau secara real-time. Langkah ini menegaskan komitmen BNI terhadap tata kelola lingkungan yang terukur.

Transformasi limbah kertas menjadi planting paper adalah contoh konkret bagaimana ekonomi sirkular dapat mengubah limbah menjadi produk bernilai. Prosesnya mengedepankan keunikan handmade dan potensi stack value bagi lingkungan. Inisiatif ini menambah lapisan inovasi yang memperpanjang siklus hidup material.

BNI berharap program ini bisa diperluas ke unit kerja lain dan komunitas sekitar. Kesempatan kolaborasi dengan mitra keberlanjutan mempercepat adopsi praktik ramah lingkungan di seluruh ekosistem perusahaan. Hal ini sejalan dengan target ESG perusahaan dan arahan kebijakan nasional mengenai pengelolaan sampah.

Melalui kolaborasi antara induk, anak perusahaan, dan mitra startup, inisiatif pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dianggap sebagai bagian penting dari strategi bisnis jangka panjang.

broker terbaik indonesia