Harga logam mulia bergerak di bawah tekanan pada hari Selasa, didorong oleh likuiditas yang tipis karena libur nasional. Perdagangan XAU/USD berada di sekitar $4,935, setelah sempat menyentuh level terendah hampir dua minggu di $4,859, turun sekitar 1,1% pada hari itu. Kondisi ini mencerminkan kombinasi antara tekanan teknikal dan volatilitas musiman yang sering muncul saat libur pasar.
Ketegangan geopolitik terkait pembicaraan AS-Iran memberikan dukungan bawah permukaan bagi logam kuning, meski momentum tetap terbatas karena likuiditas rendah. Para pelaku pasar cenderung berhati-hati, menimbang risiko regional sambil menunggu konfirmasi arah dari data ekonomi dan kebijakan moneter yang mendasar.
Menurut Cetro Trading Insight, pelaku pasar menilai dinamika pasar nilai tukar dan imbal hasil obligasi AS sebagai kunci untuk mengarahkan arah jangka pendek. Dengan dolar AS yang menunjukkan tren relatif stabil dan imbal hasil GL hingga tenor 10 tahun yang masih berubah, nada pasar tetap terkonsolidasi di kisaran saat ini.
Dari perspektif teknikal, XAU/USD terlihat berada dalam fase konsolidasi dengan bias negatif ringan pada timeframe empat jam. Harga berada di bawah 100-period SMA, menunjukkan tekanan jual yang belum mereda. Kondisi ini membuat pergerakan cenderung terpaku pada level support terdekat.
Support terdekat berada di sekitar 4,900, dengan pola segitiga simetris yang membentuk garis tren menjaga harga di atas level tersebut. Jika harga menembus di bawah 4,900, target downside diperkirakan menuju 4,800 dan kemudian 4,700.
Di sisi atas, pergerakan di atas 5,000 secara psikologis dan di atas 5,021 SMA dapat meredakan tekanan jangka pendek, tetapi konfirmasi lebih lanjut memerlukan penutupan harian di atas zona resistance sekitar 5,050–5,100 untuk menarik minat beli yang lebih kuat.
Faktor fundamental membentuk kerangka pandangan pasar, dengan ekspektasi bahwa Federal Reserve bisa menahan jalur pemangkasan suku bunga hingga paruh kedua tahun ini meskipun data tenaga kerja AS yang lebih kuat menambah keraguan. Faktor ini menyiratkan bahwa logam mulia mungkin tetap didorong oleh tekanan suku bunga rendah dan permintaan safe-haven dalam jangka pendek.
Selain itu, dinamika pergerakan imbal hasil obligasi AS dan perkembangan kebijakan moneter global memberi konteks bagi pergerakan XAUUSD. Dalam skenario volatilitas rendah, logam mulia biasanya mendapatkan dukungan saat ekspektasi pemangkasan suku bunga menyempit, namun pergerakannya tetap sensitif terhadap data inflasi dan pertumbuhan.
Untuk investor, fokus berada pada manajemen risiko dan potensi kisaran perdagangan. Karena sinyal perdagangan dalam artikel ini tidak cukup jelas untuk entry, disarankan menilai level support dan resistance, serta menempatkan stop loss yang ketat jika ada posisi intraday. Rasio risiko-imbalan sebaiknya dipertahankan minimal 1:1.5 untuk peluang yang realistis.