oleh Cetro Trading Insight
USD/JPY bergerak melemah ke sekitar 153.25 pada sesi Asia awal Rabu. Sentimen positif terkait kebijakan fiskal pro-stimulus yang diajukan Perdana Menteri Sanae Takaichi mendukung yen Jepang. Pasar menilai bahwa koordinasi kebijakan antara pemerintah dan Bank of Japan penting untuk mendorong pertumbuhan berlandaskan permintaan tanpa meningkatkan volatilitas di pasar FX.
Mengacu pada laporan resmi, Takaichi menyatakan bahwa program stimulus pintar didasarkan pada disiplin perhitungan dan tidak bertujuan mendorong inflasi yang tidak terkendal. Langkah kebijakan ini meningkatkan kepercayaan bahwa utang publik bisa dikelola secara lebih berkelanjutan. Implikasi, yen mendapat dukungan dari ekspektasi bahwa stimulus akan memperkuat permintaan domestik.
Di sisi lain, masih ada dinamika di sisi asing. Kabar bahwa BoJ bisa menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang menambah peluang bagi yen untuk terus menguat. Sementara itu pernyataan BoJ mengenai koordinasi kebijakan bertujuan menjaga pertumbuhan berkelanjutan tanpa volatilitas pasar yang tajam.
Sementara itu, prospek pertumbuhan AS yang lebih kuat dan kepercayaan bisnis yang naik, serta ekspektasi bahwa kebijakan pemerintah akan fokus pada pertumbuhan menjelang pemilihan tengah tahun, membantu menahan tekanan pada dolar. Pasar menilai bahwa langkah fiskal dan kebijakan moneter AS tetap menjadi penentu utama arah USD.
Analis seperti Dan Tobon dari Citi berpendapat bahwa sentimen pasar bisa pulih meski faktor global tetap menjadi penghalang. Ia menekankan bahwa data ekonomi AS yang kuat akan menjadi pendorong utama bagi dolar terhadap risiko global.
Secara keseluruhan, pergerakan USD/JPY mencerminkan keseimbangan antara dinamika kebijakan Jepang dan kondisi ekonomi AS. Pelaku pasar menantikan arah jelas dari notulen FOMC untuk petunjuk lebih lanjut mengenai jalur suku bunga AS.