Analisis strategi pasar dari BBH menyebut bahwa bank sentral Filipina diperkirakan mengurangi suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4,25 persen. Langkah ini dinilai berpotensi menandai akhir dari siklus pelonggaran yang telah berlangsung selama beberapa kuartal. Pandangan ini datang seiring perubahan dinamika inflasi dan yield riil di wilayah Asia Tenggara yang perlu diwaspadai investor. Cetro Trading Insight meninjau konteks ini untuk pembaca yang mencari pemahaman komprehensif tentang implikasi kebijakan moneter pada peso.
Dalam laporan terakhir, BSP memangkas 25 basis poin menjadi 4,50 persen dan menegaskan bahwa siklus pelonggaran mendekati ujungnya. Komentar ini menunjukkan adanya penyesuaian kebijakan untuk menjaga stabilitas harga sambil memperhatikan pertumbuhan ekonomi. Analisis kredit pasar menunjukkan ekspektasi pasar terhadap langkah terakhir yang kemungkinan terjadi dalam 12 bulan ke depan.
Pasar swap menilai ada peluang sekitar tujuh puluh persen untuk satu pemangkasan akhirnya sebesar 25 basis poin ke 4,25 persen. Meskipun demikian, imbal hasil riil yang tetap positif memberikan dukungan bagi tren penguatan peso terhadap dolar. Kondisi ini menempatkan PHP pada tilt positif meskipun sentimen global tetap bergejolak.
Prospek pemangkasan kebijakan oleh BSP sering memperkecil volatilitas jangka pendek dan mempengaruhi suku bunga riil di pasar. Real yield yang tetap positif menjadi pendorong utama bagi tren penguatan peso karena investor mencari imbal hasil nyata yang lebih menarik dibandingkan aset lain. Pergerakan kurs dipengaruhi oleh perimbangan antara permintaan aset berisiko dan penawaran dolar di pasar global.
Sementara itu, harga pasar menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku pasar telah memasukkan satu pemangkasan lagi ke dalam harga sejak akhir tahun lalu. Hal ini memperkuat narasi bahwa peso dapat menguat lebih lanjut jika data ekonomi Filipina tetap solid dan ekspektasi inflasi terjaga. Namun pelaku pasar juga menunggu konfirmasi kebijakan lebih lanjut dari bank sentral serta dinamika suku bunga riil di negara lain yang bisa memicu perubahan arah.
Artikulasi ini juga merefleksikan keluaran dari analis global seperti BBH yang menekankan bahwa real rates tetap menjadi faktor kunci. Dampak positif terhadap peso menciptakan peluang bagi investor lokal dan asing yang ingin eksposur ke mata uang Filipina. Laporan ini menekankan bahwa perkembangan kebijakan moneter Filipina perlu dikaji secara berkala untuk memahami proyeksi mata uang dan aliran modal.
Secara teknis, artikel ini menelusuri adanya potensi penguatan peso jika real yield tetap positif dan ekspektasi terhadap satu penyesuaian akhir terpenuhi. Namun informasi harga pembukaan dan level masuk yang diperlukan untuk menyusun rencana trading tidak tersedia dalam laporan ini. Karena itu sinyal trading tidak dapat ditetapkan pada saat ini dan saran kepada pembaca adalah menunggu konfirmasi data lebih lanjut. Cetro Trading Insight menyarankan kehati-hatian dalam mengambil langkah trading berdasarkan faktor kebijakan moneter.
Dalam kerangka fundamental, jika BSP melanjutkan siklus pengetatan atau memberi sinyal jelas mengenai jalan ke depan, peso berpotensi menyusul penguatan terhadap dolar. Namun perubahan sentimen global, risiko geopolitik, dan pergeseran kebijakan bank sentral negara lain juga bisa mengubah arah pergerakan pasangan USDPHP. Investor disarankan memantau rilis data inflasi Filipina serta perkembangan pasar obligasi dan swap kurs.
Sebagai penutup, laporan ini menegaskan bahwa sentimen pasar saat ini lebih condong pada perbaikan daya tarik imbal hasil riil di Filipina. Cetro Trading Insight akan terus memantau dan menyajikan pembaruan analisis jika data harga dan konfirmasi kebijakan tersedia. Pembaca didorong untuk mengikuti rilis resmi BSP dan komentar para analis untuk gambaran lebih jelas mengenai arah pasangan USDPHP.