Pasar mata uang global memperhatikan potensi Bank of Japan menaikkan suku bunga setidaknya dua kali tahun ini. Sentimen ini mengangkat permintaan terhadap Yen, membuat GBPJPY turun karena volatilitas antara Sterling dan Yen meningkat. Imbasnya, investor menilai bahwa kebijakan BoJ bisa menambah tantangan bagi GBP di paruh kedua tahun ini, meningkatkan kebiasaan volatilitas di pasar mata uang.
Di sisi lain, data pekerjaan di Inggris lebih lemah dari ekspektasi, menekan Sterling terhadap Yen dan Dolar. Ketidakpastian itu memperlihatkan bagaimana kondisi ekonomi domestik bisa mengubah dinamika pasangan mata uang mayor. Ketidakpastian tersebut memicu pelemahan GBPJPY dan memicu fokus pada faktor kebijakan moneter sebagai pendorong utama pergerakan.
Secara teknis, GBPJPY saat ini berada dalam fase konsolidasi dan menguji level support kritis sekitar 207.00 hingga 207.30. Ketika support ini tertembus, analis melihat potensi pergerakan lanjutan menuju 202.40 seiring dengan penurunan pada rata-rata bergerak 200 hari. Indikator RSI menunjukkan arah bearish tetapi slope-nya mulai datar, menandakan masa konsolidasi lebih lanjut sebelum arah berikutnya ditentukan.
GBPJPY turun lebih dari 0.61% sepanjang sesi North American, mencerminkan penguatan Yen yang didorong spekulasi BoJ akan menaikkan suku bunga setidaknya dua kali tahun ini. Penjualan ini memperlihatkan bagaimana dinamika kebijakan moneter Jepang lebih mempengaruhi pasangan mata uang utama. Pasar juga menunjukkan bahwa ekspektasi tersebut mengurangi nafsu membeli Sterling di tengah kelemahan data domestik.
Dari sisi teknis, pergerakan mendekati level support kunci di sekitar 207.00–207.30 dan berada di jalur untuk test 100-day SMA yang mendekat pula. Jika level tersebut tertembus, arah berikutnya bisa mengarah pada 202.39, setelah menembus 200-day SMA, memperluas tekanan turun. Ketidakseimbangan antara jangka pendek dan indikator tren menambah peluang penurunan lebih lanjut.
RSI menunjukkan bias bearish, meskipun slope-nya mulai mendatar, mengisyaratkan potensi konsolidasi lebih lanjut. Hal ini menyiratkan bahwa pergerakan turun belum kehabisan tenaga, namun butuh konfirmasi dari breakout di bawah level kunci. Para pelaku pasar perlu memperhatikan dinamika volatilitas jelang sesi perdagangan berikutnya.
Berdasarkan kerangka teknikal, kunci konfirmasi untuk potensi penurunan muncul jika GBPJPY menembus bawah 207.00. Break tersebut dikonotasikan sebagai sinyal lanjutan ke arah 202.40, sejalan dengan ekspektasi bahwa Yen akan terus menguat jika kebijakan BoJ tetap hawkish.
Rencana perdagangan yang diusulkan adalah posisi jual dengan entry sekitar 206.50, target 202.00, dan stop loss 208.00. Rasio risiko-imbalan yang diharapkan sekitar 1:3 atau lebih tinggi, memadai untuk memberikan ruang bagi pergerakan volatil. Pelaku pasar disarankan untuk menilai likuiditas, spread, dan biaya transaksi sebelum eksekusi.
Kebijakan risiko diperlukan: volatilitas di GBPJPY bisa meningkat jika data ekonomi Inggris rilis, dan pernyataan BoJ bisa memicu reaksi beragam. Pangkas ukuran posisi saat volatilitas menanjak, dan evaluasi ulang target serta stop sesuai pergerakan pasar. Secara keseluruhan, outlook mengarah ke tekanan jual jika level kunci tertembus.