Peristiwa kunci di pasar valuta asing hari ini adalah penunjukan Kevin Warsh sebagai kandidat Ketua The Fed yang dinilai hawkish. Pasar menilai langkah ini bisa mempertahankan sikap kebijakan suku bunga yang tidak longgar dalam beberapa waktu ke depan. Di sisi lain, imbal hasil Treasury AS melonjak, menambah daya tarik dolar sebagai aset safe-haven bagi investor.
Aktivitas manufaktur dan inflasi di sisi produksi menambah tekanan pada kebijakan The Fed. Laporan inflasi produsen yang lebih tinggi dari ekspektasi memperkuat alasan untuk menjaga suku bunga pada level yang tinggi. Penguatan dolar kemudian membebani pasangan mata uang berisiko seperti EUR/USD.
Dalam konteks lintas-aset, pernyataan pejabat Fed juga membentuk ekspektasi; beberapa pembicara menekankan bahwa jalan menuju pemotongan suku bunga tetap berhati-hati. Pasar menimbang dampak kebijakan terhadap tenaga kerja, inflasi, dan pasar obligasi global. Ketidakseimbangan ini memicu volatilitas jangka pendek di EUR/USD meskipun data dari Jerman dan zona euro memberi beberapa dukungan teknikal.
EUR/USD melemah sekitar 0,75% pada sesi Amerika, turun ke level 1,1882 dari tertinggi harian 1,1974. Pergerakan ini terjadi saat dolar AS menguat dan dominan di tengah posisi hawkish terhadap kebijakan The Fed. Penilaian teknikal menunjukkan bahwa dinamika harga berada dalam fase konsolidasi dengan fokus pada level 1,1850 sebagai pintu untuk arah berikutnya.
Analisis RSI mengindikasikan momentum sedikit bearish, memberi peluang bagi harga untuk melanjutkan pelemahan jika tekanan turun berlanjut. Level support terdekat berada di sekitar 1,1800, dengan potensi menuju SMA 20-hari di 1,1743 jika pelemahan berlanjut. Resistance pertama terlihat di 1,1900, diikuti oleh tingkat 1,1950 yang menjadi target reaksi pasar jika harga mengalami reli.
Dengan pola teknikal saat ini, tren naik EUR/USD berisiko menurun setelah menembus level 1,1850 dan penurunan dapat menguji level 1,1800 serta 1,1743 pada skenario bearish berlanjut. Pembacaan indikator menegaskan momentum yang berisiko berubah menjadi bearish jangka pendek. Investor disarankan mengawasi rilis data ekonomi Eropa dan AS yang bisa memicu volatilitas lebih lanjut.
Rekabet antara data ekonomi dan kebijakan moneter tetap menjadi faktor penggerak utama untuk EUR/USD. Berdasarkan perkembangan teknikal, sinyal trading yang dihasilkan mengarah ke posisi jual dengan target penurunan yang lebih luas. Ketidakpastian kebijakan dan volatilitas pasar obligasi meningkatkan peluang untuk memanfaatkan dinamika bearish jangka pendek.
Sinyal teknikal yang direkomendasikan adalah SELL EUR/USD dengan price entry sekitar 1.1882. Rencana ini menempatkan take profit di 1.1770 dan stop loss di 1.1950, memberikan rasio potensi keuntungan terhadap risiko sekitar 1,65:1. Dengan pengelolaan posisi yang tepat, trader bisa memanfaatkan pergerakan harga yang didorong oleh pelemahan dolar dan tekanan teknikal. Ini sejalan dengan bias teknikal saat ini.
Pastikan untuk menyesuaikan ukuran posisi dengan toleransi risiko pribadi dan volatilitas pasar yang sedang berlangsung. Perlu diingat bahwa rilis data ISM, PMI, dan pidato pejabat The Fed berpotensi menimbulkan volatilitas mendadak. Gunakan trailing stop atau exit jika harga bergerak berlawanan arah secara signifikan untuk menjaga modal.