EURJPY Menguat Seiring Yen Jepang Melemah Setelah GDP Q4-2025 Jepang Mengecewakan

Signal EUR/JPYBUY
Open181.600
TP183.200
SL180.600
trading sekarang

Menurut Cetro Trading Insight, data GDP Jepang untuk Q4-2025 menunjukkan pertumbuhan 0.1% secara QoQ, rebound dari kontraksi 0.7% pada kuartal sebelumnya. Angka tersebut tetap di bawah ekspektasi sebesar 0.4%, sehingga menimbulkan tanda bahwa permintaan domestik masih rapuh. Pasar valuta asing merespons dengan mata uang yen yang relatif lemah dan penyesuaian sentimen investor terhadap pasangan ini.

Secara tahunan, ekonomi Jepang tumbuh 0.2%, tidak memenuhi proyeksi sekitar 1.6% dan juga tidak melanjutkan penurunan 2.3% pada kuartal sebelumnya. Komponen utama GDP, yaitu belanja konsumen, naik hanya 0.1%, menegaskan lemahnya permintaan domestik meski ada tekanan inflasi. Data ini memperlihatkan pemulihan Jepang yang berlangsung sangat bertahap dan rapuh.

Kebijakan fiskal oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi dipandang sebagai pusat dorongan untuk mendorong pertumbuhan lewat ekspansi belanja dan potongan pajak yang ditargetkan. Kemenangan politik yang kuat mengurangi ketidakpastian dan memberi mandat bagi langkah-langkah stimulus tanpa membebani fiskal secara berlebihan. Menurut Cetro Trading Insight, langkah tersebut memiliki potensi untuk menjaga momentum pertumbuhan tanpa menambah beban utang publik.

EURJPY menguat untuk sesi kedua berturut-turut, diperdagangkan mendekati 181.60 pada jam perdagangan Asia, sejalan dengan pelemahan yen akibat data GDP Jepang yang mengecewakan. Gerak ini menandai posisi euro yang menguat meskipun risiko eksternal tetap ada. Pasar menilai pergeseran kebijakan dan perbedaan sikap bank sentral sebagai pendorong utama.

Secara teknikal, pergerakan harga EURJPY tetap berada di setup bullish di atas level support jangka pendek, dengan momentum yang sedang dipulihkan. Pasar menantikan rilis data Produksi Industri Zona Euro untuk Desember, yang berpotensi memicu perubahan arah jika angka mengecewakan atau kuat. Trader juga akan memantau dinamika rata-rata pergerakan dan grafik harga untuk konfirmasi tren.

Presiden ECB Christine Lagarde menegaskan bahwa jalur inflasi wilayah euro berada pada posisi yang relatif stabil meski volatilitas data bulanan bisa terjadi. Komentar tersebut menenangkan investor obligasi dan mata uang, sekaligus menjaga fokus pada perbaikan fundamental. Dengan asumsi kebijakan moneter tetap hati-hati, sentimen bullish terhadap EUR dapat berlanjut dalam kerangka perdagangan jangka pendek.

Melihat konteks data Jepang yang mengecewakan dan pelemahan yen, EURJPY menunjukkan bias naik untuk pengambilan posisi jangka pendek. Namun volatilitas tetap menjadi risiko utama karena dinamika kebijakan zona euro dan faktor geopolitik yang sedang berjalan. Cetro Trading Insight menekankan perlunya pengelolaan risiko yang ketat dalam skenario ini.

Rencana perdagangan yang disarankan adalah membeli EURJPY ketika harga mendekati 181.60, dengan target profit di 183.20 dan stop loss di 180.60. Rasio risiko-imbalan sekitar 1.6:1, sejalan dengan standar manajemen risiko yang umum diterapkan. Strategi ini bergantung pada kelanjutan tren kenaikan yang didorong oleh pelemahan yen dan dukungan kebijakan euro.

Pembaca juga disarankan untuk meninjau ulang posisi jika ada perubahan data ekonomi utama atau perubahan sentimen pasar. Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk memberikan gambaran jelas mengenai konteks fundamental dan peluang teknikal tanpa mengabaikan risiko. Tetap waspada terhadap rilis data penting berikutnya dan sesuaikan ukuran posisi secara masuk akal.

broker terbaik indonesia