AUDJPY dibuka positif pada awal pekan ini, menarik minat pembeli di pasar. Data Produk Domestik Bruto Jepang untuk kuartal keempat 2025 menunjukkan pertumbuhan tipis sebesar 0,1%. Angka ini mengecewakan sebagian analis dan menahan laju peningkatan kebijakan BoJ, sehingga dorongan kenaikan suku bunga menjadi berkurang. Kondisi ini membuat Yen lebih rentan terhadap tekanan jual meski sentimen risiko global sedang membaik.
Sentimen risiko yang membaik secara umum memberikan dukungan pada pasangan mata uang berisiko seperti AUDJPY. Sinyal ini diperkuat oleh ulasan bahwa pelaku pasar cenderung mengalihkan fokus ke aset berisiko ketika environment global kondusif. Selain itu, pergerakan harga kembali berada di atas level sekitar 108,0 pada sesi Asia, menandai adanya minat beli yang lebih luas.
Pergerakan harga AUDJPY kembali menapak di atas kisaran pertengahan 108,00 pada sesi Asia, menunjukkan minat beli yang berlanjut. Secara teknikal, hal ini memberi sinyal bahwa tingkat resistance utama masih bisa ditembus jika sentimen pasar tetap positif. Namun, investor tetap menimbang kemungkinan campur tangan kebijakan BoJ yang bisa membatasi penguatan lebih lanjut.
Sisi hawkish kebijakan RBA menjadi faktor pendukung utama bagi AUD, karena pasar menilai bahwa langkah bank sentral bisa lebih ketat ke depan. Narasi kebijakan moneter yang lebih agresif menjaga aliran modal masuk ke mata uang berisiko di kawasan ini. Dengan demikian, AUDJPY mendapat dukungan dari pergeseran ekspektasi suku bunga yang cenderung lebih tinggi di Australia dibandingkan Jepang.
Gubernur RBA Michele Bullock menegaskan bahwa inflasi yang melekat bisa memicu kenaikan suku bunga lagi. Asisten Gubernur Sarah Hunter menambahkan bahwa inflasi kemungkinan bertahan di atas target 2–3% untuk beberapa waktu. Pernyataan ini memberi pedoman jelas bagi pasar bahwa ruang untuk pelonggaran masih terbatas, memperkuat daya tarik AUD terhadap pasangan berisiko seperti AUDJPY.
Harapan adanya stimulus fiskal dan moneter tambahan dari China juga menjadi faktor pendukung bagi AUD, menciptakan aliran dana ke aset risiko. Ketidakpastian terkait kebijakan BoJ dihadapkan terhadap prospek pemulihan ekonomi global, memberikan momentum bagi rencana pembelian pada AUDJPY. Secara keseluruhan, kombinasi faktor domestik Australia dan dinamika negara mitra membantu AUDJPY menjaga bias kenaikan jangka pendek.
Meski momentum menguat, ada risiko bahwa otoritas Jepang bisa campur tangan untuk menahan pelemahan Yen lebih lanjut, yang bisa membatasi penguatan AUDJPY. Sinyal intervensi tersebut menjadi hambatan teknis yang membuat trader melakukan penyesuaian posisi. Pasar memantau indikator teknikal untuk konfirmasi breakout di atas level kunci.
Penutupan minggu lalu menunjukkan JPY melemah terhadap Aussie, tetapi volatilitas tetap tinggi karena faktor kebijakan BoJ yang bisa berubah sewaktu-waktu. Pergerakan harga telah menembus di atas level 108,00 pada sesi Asia, memberi gambaran bahwa pembelian masih hidup asalkan sentimen risiko tetap positif. Namun, trader disarankan memasang stop loss di bawah level sekarang untuk menjaga risiko relatif sesuai skema risk-reward 1:1.5.
Dengan target harga sekitar 109,50, strategi beli bisa dipertahankan selama aliran berita utama mendukung. Jika data ekonomi AS atau Cina berubah arah, pergerakan AUDJPY bisa berbalik, sehingga penting untuk memantau rilis data terkait. Secara keseluruhan, profil risiko memberi peluang menarik bagi trader yang fokus pada pasangan mata uang ini, selama kriteria risk-reward terpenuhi.