Harga emas memulai pekan ini dengan tekanan turun seiring dolar AS menunjukkan penguatan tipis. Suasana risiko di pasar cenderung positif, sehingga trader mengambil sikap hati-hati. Laporan dari Cetro Trading Insight merangkum faktor-faktor yang bisa membatasi kerugian logam kuning meskipun ada dorongan positif di pasar.
Ketegangan geopolitik tetap menjadi fokus menjelang pembicaraan AS dengan Iran. Washington meningkatkan kesiapan militer dengan penempatan kapal induk di wilayah tersebut. Iran juga memperingatkan kemungkinan balasan jika ada serangan, yang berpotensi memberi dukungan pada harga emas.
Ekspektasi pemotongan suku bunga Fed cenderung menahan penguatan dolar dan bisa membatasi tekanan turun pada logam. Para investor menantikan minut FOMC untuk petunjuk kebijakan ke depan. Kondisi ini menambah kompleksitas dalam proyeksi harga emas sepanjang minggu.
Secara teknikal, XAU/USD berada di bawah 100 jam Simple Moving Average sekitar 5.028 dolar, sehingga tekanan jual tetap dominan. Harga berada pada zona yang membuat peluang rebound terbatas dalam jangka pendek. Level teknikal ini menjadi kerangka utama bagi trader untuk mengasah entry maupun manajemen risiko.
Indikator MACD telah bergerak di wilayah negatif dan histogramnya melebar, menambah konfirmasi tekanan turun. Pergerakan ini menguatkan pandangan bahwa momentum bearish tetap relevan pada sesi mendatang. Trader memperhatikan sinyal ini untuk menilai peluang koreksi singkat.
RSI berada di sekitar 45, mendekati wilayah netral; pemulihan harga hanya mungkin jika MACD menyeberang ke atas dan RSI kembali di atas 50. Volume perdagangan relatif tipis karena libur Presidents Day di AS, sehingga likuiditas pasar cenderung rendah. Kondisi likuiditas yang terbatas ini menambah kehati-hatian bagi investor yang mempertimbangkan posisi jangka pendek.
Fokus pasar berikutnya adalah minut FOMC dan data PMIs flash global, yang berpotensi memberi isyarat arah kebijakan dan pertumbuhan. Investor menilai bagaimana respons kebijakan moneter mempengaruhi dolar dan permintaan terhadap logam mulia. Semua faktor ini akan membentuk skenario perdagangan emas sepanjang minggu.
Jika dolar menguat karena data ekonomi AS yang membaik, harga emas bisa turun lebih lanjut meski ada dukungan dari faktor geopolitik. Sebaliknya, kejutan kebijakan dovish bisa menahan penguatan dolar dan memberi peluang rebound bagi XAUUSD. Para trader perlu menimbang risiko geopolitik sebagai peluang breakout atau penurunan lebih lanjut.
Untuk trader, pendekatan manajemen risiko tetap kunci dalam skenario ini. Gunakan stop loss yang jelas dan target profit yang sejalan dengan rasio risiko terhadap imbalan minimal 1:1,5. Pemantauan rilis data dan dinamika dolar diperlukan agar keputusan bisa disesuaikan dengan cepat.