EURJPY berhasil mencapai level tertinggi baru di atas 186,82 sebelum akhirnya mundur ke bawah 186,00. Pergerakan ini menandai volatilitas yang meningkat pasca rilis berita dan mengikuti dinamika kebijakan Bank of Japan. Investor tetap fokus pada perbandingan antara euro dan yen serta respons yen setelah konferensi pers pejabat BoJ.
Keputusan BoJ untuk mempertahankan suku bunga acuan di 0,75% sesuai ekspektasi pasar. Dalam konferensi pers, Gubernur BoJ Ueda menegaskan bahwa kebijakan tetap akomodatif meski ada kenaikan Desember, dan inflasi inti mendekati target dua persen. Pasar menilai langkah ini membatasi langkah pengetatan lebih lanjut, yang pada gilirannya mempengaruhi permintaan terhadap mata uang euro.
Secara teknikal, level resistensi sekitar 186,80–187,00 menjadi kunci utama. Jika harga berhasil menembus zona tersebut, potensi rebound bisa berlanjut. Sementara itu, area 185,50–186,00 berfungsi sebagai support sementara yang bisa menahan tekanan jual dalam jangka pendek.
BoJ mempertahankan suku bunga acuan di 0,75%, level tertinggi dalam 30 tahun setelah kenaikan 25 basis poin di Desember. Keputusan ini menegaskan sikap bank sentral yang lebih berhati-hati terhadap jalur pengetatan. Yen sempat menguat setelah pengumuman, tetapi tren utamanya tetap sensitif terhadap berbagai komentar kebijakan.
Gubernur Ueda menekankan bahwa kebijakan tetap akomodatif meski inflasi inti semakin dekat dengan dua persen. Ia juga menyatakan komite perlu memahami dampak kenaikan sebelumnya sebelum memperketat kebijakan lebih lanjut. Pernyataan itu menambah nuansa kehati-hatian bagi investor yang memasang posisi dolar-yen maupun eur-yen.
Kebijakan fiskal yang didorong oleh pemerintahan baru berpotensi menambah volatilitas mata uang utama. Investor khawatir bahwa pola pengeluaran besar bisa memicu tekanan utang, sehingga yen bisa tetap bergejolak terhadap mata uang utama. Dalam konteks ini, fokus pasar bergeser pada rilis data inflasi dan komentar BoJ berikutnya untuk menilai arah kebijakan.
Berdasarkan kondisi saat ini, sinyal perdagangan yang paling relevan adalah menjual EURJPY dengan target penurunan yang lebih lanjut. Open harga sekitar 185,60 menjadi dasar setup, seiring yen menunjukkan kekuatan relatif pasca konferensi pers BoJ. Peluang ini diperkirakan dapat berlanjut jika tekanan kebijakan berlanjut dan euro melemah lebih lanjut terhadap yen.
Rencana trading menempatkan stop loss di 186,60 dan target profit di 184,10 untuk rasio risiko-keuntungan sekitar 1:1,5. Dengan open 185,60, potensi keuntungan sekitar 1,50 poin lebih besar dari risiko 1 poin. Pastikan perubahan sentimen kebijakan membuat eksekusi berjalan sesuai rencana.
Jika harga justru menembus ketinggian 186,60, tetaplah waspada karena sinyal bisa berubah menjadi bullish jangka pendek. Pertimbangkan untuk menutup posisi atau menempatkan trailing stop jika momentum berbalik arah. Konteks pasar tetap rentan terhadap pernyataan BoJ dan rilis data makro yang akan datang.