Analisa Commerzbank oleh Thu Lan Nguyen menyoroti bagaimana surplus akun berjalan Zona Euro dapat mendorong apresiasi mata uang tunggal jika diterima secara luas sebagai alternatif dolar. Ia menekankan bahwa dinamika neraca berjalan membentuk permintaan internasional terhadap euro melalui pembayaran lintas batas. Dukungan politik dari para pembuat kebijakan menjadi faktor penentu apakah euro bisa menguat lebih lanjut dalam jangka menengah.
Secara historis euro kuat seringkali sejalan dengan pertumbuhan yang relatif layak, tetapi momen kuatnya euro belum tentu terjadi bersamaan dengan pertumbuhan yang sama di semua segmen ekonomi. Dalam studi perbandingan, mereka melihat euro pernah sebagian besar overvalued terhadap dolar berdasarkan paritas daya beli pada periode tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa pasar menilai euro dengan berbagai faktor selain hanya neraca akun berjalan.
Jika para pemimpin UE menandakan kesiapan untuk menerima euro yang lebih kuat sebagai bagian dari kebijakan jangka menengah, pasar bisa memberi sinyal untuk upside EURUSD. Penilaian ini bagaimanapun didorong oleh persepsi bahwa euro dapat menjadi pilihan pembayaran internasional yang lebih luas. Laporan ini dibuat oleh Cetro Trading Insight sebagai bagian dari analisis pasar kami.
Menurut Nguyen, masalah utama adalah bahwa zona euro memiliki surplus akun berjalan yang mendorong permintaan euro melalui pembayaran internasional. Surplus ini dapat menambah tekanan pada kurs jika investor melihat euro sebagai pilihan penyimpan nilai dan alat pembayaran yang lebih dominan. Ketergantungan pasar pada kebijakan dan sinyal politik membuat pergeseran kurs lebih responsif terhadap perkembangan kebijakan di tingkat Uni Eropa.
Permintaan euro di transaksi internasional cenderung meningkat seiring peningkatan penggunaan euro dalam pembayaran global. Hal ini bisa mendorong euro untuk menguat secara bertahap jika kondisi ekonomi Zona Euro tetap stabil. Namun perlu dicatat bahwa dinamika nilai tukar melibatkan banyak faktor eksternal termasuk kebijakan moneter global dan relative daya tarik imbal hasil antara zona euro dan mitra utama.
Kekhawatiran terhadap turunnya surplus akun berjalan di masa depan bisa mengurangi pasokan euro di luar zona euro dan berpotensi menambah tekanan kenaikan kurs. Sejarah menunjukkan surplus zona euro tidak selalu positif secara mutlak; pada dekade 2000-an, keseimbangan sempat mendekati imbang atau sedikit negatif, tetapi euro tetap mengalami fase nilai kuat. Jika investor melihat pemulihan berkelanjutan, EURUSD bisa menguat pada periode menengah.
Outlook yang disampaikan menilai euro bisa menguat lebih lanjut jika pembuat kebijakan siap menerima mata uang tunggal yang lebih kuat. Banyak investor mulai melihat euro sebagai salah satu alternatif untuk diversifikasi risiko dalam portofolio global. Namun perlu diingat bahwa proyeksi jangka menengah didasarkan pada sentimen politik dan adaptasi kebijakan yang progresif.
Analisis ini menekankan bahwa pergerakan EURUSD dipengaruhi oleh kombinasi faktor fundamental dan dinamika pasar keuangan global. Meskipun data neraca dan ekspektasi kebijakan dapat mendukung euro, pergerakan kurs sangat sensitif terhadap perubahan imbal hasil, risiko geopolitik, dan retorika kebijakan bank sentral utama. Investor disarankan memantau berita kebijakan di Washington dan Brussel secara berkala.
Sekaligus, secara umum rekomendasi adalah berhati hati dan fokus pada manajemen risiko karena sinyal yang ada belum memberikan angka level yang spesifik untuk trading. Karena sinyal trading dalam artikel ini bersifat tentatif, pembaca didorong untuk menilai situasi secara independen dan mencari konfirmasi harga sebelum mengambil posisi. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Dikembangkan oleh Cetro Trading Insight.